Riskiansyah, Sekolah Tatap Muka Awal Januari Harus Mengedepankan Protokol Kesehatan

Menghayati suasana kelas yang akan kembali
 dipenuhi siswa

Pojokkata.com- Menanggapi kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), Nadiem Makarim yang akan memulai belajar tatap muka pada tahun 2021, Sambas (17/12/2020).

Hal itu ditanggapi salah satu Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Riskiansyah sangat setuju dengan adanya kebijakan tersebut.

Menurutnya dengan kembali dimulainya proses belajar mengajar secara offline atau tatap muka di sekolah, akan lebih memaksimalkan proses belajar siswa, karena selama pandemi ini, siswa yang biasanya di rumah kurang aktif belajar.

“Sangat setuju jika nantinya dilakukan pembelajaran tatap muka, soalnya di rumah siswa kurang aktif belajar, di sekolah jelas mereka bisa lebih intens bertemu teman dan guru, jadi lebih bisa maksimal belajarnya,” katanya. 

Selain itu, kebijakan tersebut sangat bagus untuk menunjang dan meningkatkan efektifitas nilai-nilai pendidikan moral pada siswa. 

“Kebijakan tersebut sangat bagus untuk menunjang dan meningkatkan efektifitas nilai-nilai pendidikan moral pada siswa yang mungkin pada saat belajar secara online tidak mereka dapatkan”, ungkapnya.

Riski juga berharap, kebijakan itu dapat dilaksanakan dan pihak sekolah diminta dapat menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama proses belajar mengajar tatap muka berlangsung.

“Pihak sekolah juga wajib menerapkan protokol kesehatan, jadi orangtua juga merasa tenang, anak dapat kembali bersekolah dan tetap bisa menjaga kebersihan di sekolah”, ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa pembelajaran tatap muka sangat bagus dan lebih baik jika dilakukan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. 

“Hal tersebut sangat bagus yang penting tetap menerapkan protokol kesehatan”, tegasnya. 

Jadi menurut Riski, lebih baik tatap muka demi menunjang ilmu pengetahuan yang baik didapat anak-anak nantinya, tetapi kita juga tidak boleh menyepelekan pandemi Covid-19 yang masih bisa saja menyebar luas dengan selalu menjaga kebersihan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

“Yang penting di Sekolah menerapkan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, tetap menerapkan jaga jarak, dan isi ruang kelas di batasi jumlah siswanya,” tutupnya. (Rki)

Tinggalkan Balasan