Pojokkatanews.com- Keberhasilan Tim Sepakbola Kebanggaan Kabupaten Sambas, Gabsis Sambas menuju Liga 3 Nasional menyisakan Polemik.
Para Punggawa yang menjadi tulang punggung tim tersebut tak dibawa untuk berlaga di Liga 3 Nasional mewakili Kalimantan Barat. Mereka adalah Pelatih Panji Hidayat, Pemain Senior Sekaligus Kapten Tim Imam Subekti dan Penjaga Gawang utama Daeng Lukman.
Para pecinta Sepakbola di Bumi Sambas Berkemajuan pun bertanya atas kondisi tersebut. Ada apa dengan Gabsis?
Desas desus bertebaran, Gabsis retak di dalam tulang, menyisakan beragam cerita lama yang tak terkuak seperti persoalan insentif pemain, hingga disharmonisasi yang memunculkan isu adanya provokator didalam tubuh tim bergelar Laskar Elang Laut tersebut.
Eks Kapten Gabsis Sambas, Imam Subekti mengatakan meskipun saat ini sudah selesai, satu diantara hal yang menjadi persoalan adalah insentif pemain.
“Awal mulanya persoalan gaji, terus belum ada kejelasan, saya rasa hal ini wajar lah kita menanyakan hak kita,bahkan kita juga pernah menemui Sekda, sebenarnya permasalahan ini bukan hanya gaji, banyak juga permasalahan lainnya,dan bagi saya tidak masalah mengenai besar kecilnya,” kata Imam Subekti, Senin (24/1/2022).
Bagi Imam Subekti dan kawan-kawan, persoalan nilai bukanlah hal yang mereka pikirkan. Mereka menginginkan adanya keterbukaan dari pihak manajemen terkait persoalan tersebut.
Dia menambahkan bahwa tidak ada keterbukaan mengenai pendanaan yang ada, hanya mediasi lewat grup WhatsApp saja. Dikarenakan menuntut hal tersebutlah kata dia, sebutan provokator mulai muncul ke permukaan.
“Saya bersama dua pelatih (Panji, Dede, Daeng Lukman), juga diseret sebagai provokator dalam hal ini, tetapi ini untuk kepentingan kawan-kawan tentunya, yang menjadi pertanyaan itu kan mengapa Tim tersebut harus dirombak,” ungkapnya.
Gabsis Sambas kini ditinggal Sang Kapten dan penjaga gawang berpengalaman serta pelatih yang berhasil mengantarkan mereka menjadi kampiun di Kalbar. Imam Subekti mengatakan mereka tidak dipanggil.
Tim Gabsis Sambas melakukan seleksi kembali yang awalnya ditetapkan bersama, ada beberapa yang tidak ingin seleksi dan mengundurkan diri, hal ini juga menjadi perbincangan para pecinta sepakbola Sambas dan suporter tentunya.
“Ada beberapa hal yang menjadi alasan saya serta yang lainnya mengundurkan diri dan tidak ikut seleksi, seperti apa yang saya katakan diawal, kita juga selesai liga 3 itu tidak lagi dikonfirmasi oleh pihak pengurus dan kita tidak tau kedepannya tim ini, apa yang tersebar di media itukan bentuk dari kepedulian suporter terhadap tim, yang seluruhnya dari pemain lokal, mengapa harus dirombak,” tukasnya.
Ditempat yang berbeda ketua Askab PSSI Eko Suprihartino juga menyampaikan klarifikasinya terkait permasalahan Tim Gabsis Sambas tersebut. Eko mengaku sudah memanggil semua pemain untuk dilakukan seleksi ulang tim Gabsis Sambas.
“Sebelumya beberapa hari lalu kita sudah melakukan pemberitahuan dan mengumpulkan para pemain bahwa kita akan melakukan seleksi, memang ada beberapa yang mengundurkan diri, bahkan ada keluarga yang melarang,” ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk saat ini fokus pada liga 3 untuk mempersiapkan para pemain agar lebih matang dan membawa nama baik bagi daerah Kabupaten Sambas
“Untuk saat ini kita fokus pada liga 3 yang akan ditempuh para tim dan pemain, agar kita membawa nama baik Daerah kita Sambas tentunya, saya berharap penuh dukungan dan suport para pencinta sepakbola dimana pun terlebih khusus masyarakat Sambas,” tutupnya.
Salah satu Pemerhati sepak bola Gabsis Sambas yang dikenal dengan Bangde Uli mengomentari keputusan Gabsis Sambas tidak membawa serta beberapa pemain yang menjadi tulang punggung tim Laskar Elang Laut
“Saya sangat kenal dengan saudara Imam Subekti dan kawan-kawan, saya juga sangat kecewa kepada Ketua Askab Sambas sekarang, mereka berjuang sepenuhnya demi nama Sambas dari awal, permasalahan ini tidak ada kejelasan dari Ketua Askab untuk tim Gabsis Sambas kedepan,”ujarnya.
Bagi Uli, peran para pemain tersebut sangatlah penting bagi kesebelasan Gabsis Sambas, sehingga tidak dipanggilnya Imam Subekti, Daeng Lukman dan tidak digunakannya jasa Pelatih Panji Hidayat, memunculkan pertanyaan publik sepakbola Sambas.
“Bagi saya sangat aneh sekali melihat daftar pemain Gabsis Sambas yang ikut di Liga 3 Nasional, entah kemana nama-nama Imam Subekti, Daeng Lukman dan pelatih Panji Hidayat yang sebelumnya telah berjasa mengantarkan tim ini juara di zona Kalbar. Tanpa mengecilkan peran pemain lain, akan tetapi peran mereka sangatlah besar,” katanya.
Kendati demikian dia berharap tim Gabsis yang sekarang dengan atau tanpa mereka, mampu meraih prestasi yang maksimal dan membanggakan Kabupaten Sambas.
“Dan untuk kalian adik-adik pemain gabsis liga 3 zona kalbar semoga kalian berprestasi mengikuti liga 3 tingkat nasional, dan ingatlah abang-abang kalian (Imam Subekti dan Daeng Lukman) telah berkorban untuk memperjuangkan kalian,” pungkasnya.