You are currently viewing Disdukcapil Berikan Layanan Prima Sambas Berkemajuan

Disdukcapil Berikan Layanan Prima Sambas Berkemajuan

Pojokkatanews.com– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sambas berhasil meningkatkan pencapaian pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e KTP) dan lainnya pada tahun 2020-2021.

Kadis Dukcapil Sambas Wahidah mengatakan, terdapat empat bidang yang mengalami peningkatan kualitas layanan pada tahun 2020 hingga 2021.

“Tahun 2021 pencapaian kita dalam pelayanan  masing-masing bidang pelayanan di atas rata-rata yang kita targetkan, pencapaian ini guna mencapai Sambas Berkemajuan” katanya. Rabu (9/2/2022).

Pihaknya kata Wahidah juga telah menjalankan dengan baik program layanan adminduk kecamatan yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sambas.

Terkait rencana pelayanan KTP elektronik untuk tingkat kecamatan yang disampaikan Bupati Sambas, pihaknya telah melaksanakan apa yang diarahkan Bupati.

“Alhamdulillah Kami telah telah melaksanakan pelayanan KTP elektronik di tingkat kecamatan, untuk mendekatkan masyarakat agar tidak lagi ke sambas, pada tahun 2021 kita telah launching pertama kali untuk pelayanan KTP elektronik di Kecamatan Tebas,”ungkapnya.

“Dari 19 kecamatan di Kabupaten Sambas, 12 kecamatan telah beroperasi dan terealisasi dengan alat lengkap, 6 kecamatan telah beroperasi, namun ada beberapa Kendala seperti  alat yang rusak, tahun 2022 ini akan dipersiapkan alat baru guna mencapai Sambas Berkemajuan,” Sambungnya.

Wahidah mengatakan permasalahan yang sering terjadi diantaranya seperti SDM kecamatan dan desa harus adaktif terhadap IT, data tidak boleh di ubah-ubah atau di singkat, jaringan internet di tingkat desa/kecamatan, dan desa selalu aktif membantu masyarakat.

“Setiap tahunnya kita menghadapi permasalahan yang sama, namun dengan dibentuknya tim di setiap kecamatan, tentu mampu mengoptimalkan pencapaian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kedepannya,” imbuhnya.

Guna meningkatkan kapasitas SDM dalam pelayanan KTP elektronik dan sebagainya, kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah memberikan Bimtek kepada tenaga kerja yang ditunjuk.

“Sebelumnya kita melakukan Bimtek kepada seluruh tenaga kerja diseluh kecamatan yang telah ditunjuk demi mengoptimalkan pelayanan yang ada di seluruh Kecamatan Sambas,”tuturnya.

“Tahun ini target yang akan kita capai seperti, semua data tercatat dalam sistem dan data tunggal untuk mendapatkan data yang valid, realisasi kinerja tercapai 95 persen apabila desa/kecamatan dan kabupaten respon aktif untuk menginformasikan, adanya saprsas kecamatan dan kecuali ada data bersifat pengaduan/bermasalah atau terpending, adanya SIAK terpusat yang nantinya data tidak ada yang ganda atau anomali,” ucapnya.

Wahidah berharap kepada masyarakat Sambas untuk selalu mengupdate data yang tertinggal atau bermasalah.

“Kami berharap kepada masyarakat Sambas selalu update data kependudukan, baik apabila kawin/nikah , lahir, kematian, pindah datang,  ijazah atau lulus sekolah, apabila diketahui gol darah lebih baik lagi untuk mengisi kolom yg disiapkan di sistem,” tutupnya.

Sebelumnya Bupati Sambas H.Satono mengatakan, data kependudukan yang lengkap dan valid, sangat diperlukan dalam upaya pembangunan.

“e Ktp, Kartu Keluarga, akta dan berbagai dokumen kependudukan lainnya, ini sangat mempengaruhi proses pembangunan sambas kedepan yang lebih berkemajuan,” ungkap Bupati.

Pembuatan identitas dan kartu kependudukan yang dilakukan di kantor kecamatan kata Bupati, akan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Ini merupakan satu diantara penerapan visi misi Sambas berkemajuan.

“Ini bukan sekedar memenuhi janji atau visi misi, tapi lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sambas agar mereka tidak terbebani karena jarak yang jauh, dan ini adalah pencanangan program strategis kami yang kedua setelah sebelumnya kita melaunching pelayanan kesehatan gratis prosesar,” kata Satono.

Program tersebut sangatlah penting mengingat Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 km² atau 639.570 ha 4,36% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat, terlebih dengan kondisi topografi daerah yang sangat beragam disertai banyaknya aliran sungai sungai.
Sehingga jika untuk mengurus data kependudukan harus pergi ke Ibukota Kabupaten, sangatlah memberatkan masyarakat.

“Kita bisa bayangkan dari daerah-daerah yang jauh seperti Kecamatan paloh dan Kecamatan Kecamatan lainnya sangat jauh dalam hal kepengurusan data kependudukan,” ujar Satono.

“Program strategis ini tidak akan bisa berjalan lancar kalau tidak didukung oleh seluruh komponen, terutama oleh anggota DPRD kemudian juga camat. InshaAllah apa yang kita kerjakan tersebut akan mendapatkan ganjaran dan ridho Allah SWT,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan