You are currently viewing Malming Plus Ajak Pemuda Mencintai Al Quran dan Mesjid

Malming Plus Ajak Pemuda Mencintai Al Quran dan Mesjid

pojokkatanews.com – Ajak pemuda mencintai Al Quran dan Mesjid. Pasukan Amal Sholeh (Paskas) Sambas melangsungkan agenda malam minggu Plus.

 

Acara dakwah malam minggu plus yang digagas Paskah kabupaten sambas ini mengandeng beberapa organisai seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sambas, Club Motor Biak Sambas (CMBS), LDK Akhlakul Karimah IAIS Sambas, UKMI Fastabiqul Khairat Poltesa, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sambas, dan Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan (GMSPP) di Cafe Negeri Nikmat (CNN) Sambas. Sabtu, (12/2/2022).  

 

Ketua Panitia Malam Minggu Plus Ali Imamurasyid  menyampaikan bahwa acara ini diinisiasi oleh beberapa pemuda yang terinspirasi dari salah satu masjid yang berada di Yogyakarta yaitu Masjid Muslim United. 

 

“Acara ini berasal dari beberapa pemuda yang terinspirasi dengan masjid yang ada di Yogyakarta salah satunya adalah Masjid Muslim United namanya yang dikelola oleh anak muda yang membuat kami tergerak untuk membuat acara ini karena di sana juga terdapat Satnight maka di Sambas kita buat Malming Plus,” Ucapnya 

 

Karena rasa sayang dan peduli lah acara ini digelar untuk anak-anak muda di Kabupaten Sambas. Karena seperti yang dilihat pada hari ini banyak sekali anak muda yang mempunyai skill tetapi skill itu tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya. 

 

“Acara ini didasari rasa sayang kami terhadap teman-teman seperjuangan anak muda Sambas yang pada hari ini banyak kita lihat pemuda Sambas itu banyak potensinya. Tapi yang membuat kami terinspirasi melaksanakan acara ini adalah rasa prihatin, ternyata di Sambas anak mudanya sangat berpotensi dan banyak skills tapi terkadang skill tersebut disalahgunakan,” kata Ali

 

Ali menceritakan bahwa dirinya pernah menonton video Ustadz Farid Pradipta yang isi dakwahnya kunci kesuksesan hidup  ada dua yaitu Masjid dan Al Quran. 

 

“Suatu hari saya pernah menonton video Ustadz Farid Pradipta yang mana ia mengatakan kunci dan alat kesuksesan ada dua, diantaranya Masjid dan Al-Qur’an. Maka pada hari ini banyak kita lihat anak-anak muda tidak paham dengan agama. Banyak yang lebih memilih ngumpul-ngumpul kurang bermanfaat tetapi bukan berarti saya menyalahkan, hanya saja terkadang mereka lupa kembali kepada Masjid. Acara ini juga kami lakukan karena kami melihat banyak sekali anak-anak muda diusia yang sekiranya produktif tapi ternyata banyak yang belum bisa membaca Al Quran,” Ujarnya 

 

Sementara Pimpinan Pondok Ismuhu Yahya Ustadz Farid Pradipta mengatakan bahwa kedatangannya dan rombongan Pondok Pesantren Ismuhu Yahya untuk memenuhi undangan acara Malming plus dan membawa visi Selamatkan Indonesia Dengan Al-Qur’an (SIDAQ) 

 

“Tujuan kami bersama Pondok Pesantren Ismuhu Yahya diawali dengan undangan dari Paskas Sambas untuk mengisi acara Malming Plus tapi alhamdulillah Qadarullah berkat wasilah teman-teman juga kita share bahwa kita akan datang ke Sambas,” Ungkapnya.

 

Ismuhu Yahya juga menyediakan fasilitas untuk memdukung skill anak muda diantaranya pondok digital untuk yang gemar di multimedia, pendidikan, layanan sosial dan juga bisnis. Maka dari itu Ustadz Farid Pradipta bukan hanya mengajak anak muda untuk dekat dengan Al Quran dan Masjid tetapi juga dikader menjadi da’i dibidangnya masing-masing sesuai dengan minatnya. 

 

“Tentu saja datangnya kami bukan hanya untuk mengisi acara ini, tentu ada misi yang kami bawa, apalagi kami dari Ismuhu Yahya punya narasi dan visi yang besar yaitu Sidaq, kita pengen bantu dan ajak sebanyak-banyaknya anak muda untuk kembali kepada Al Quran dan belajar karena pada hari ini anak muda sudah jenuh sebetulnya dengan belajar, udah jenuh dengan pekerjaan biasa udah tahu polanya bahwa setelah S1 bingung nyari kerja. Maka dengan hadirnya Ismuhu Yahya mengajak teman-teman dekat dengan Al Quran dan kembali memakmurkan masjid,” Tuturnya. 

 

“Maka hadirnya kami di sini dalam rangka mensosialisasikan program Sidaq agar banyak anak-anak muda yang tertarik, yang terselamatkan masa depannya, yang sukses di dunia dan sukses di akhirat serta banyak anak muda kembali memakmurkan masjid untuk berkiprah dan mencari karunia Allah di Masjid,” Tambahnya.

 

Ustadz Hatoli, S.Sy, M.H. dalam ceramahnya menjelaskan bahwa anak-anak muda harus dekat dengan Masjid seperti yang ia ceritakan dalam ceramahnya dulu bahwa dirinya juga sempat tinggal di Masjid dan mengajar mengaji. Mengenai adab ke Masjid juga beliau tuturkan bahwa di dalam Al Quran sudah diatur

 

“Kalau mendengar kata hijrah itu tidak terbatas hanya sekedar pada pakaian, janggut atau cover. Covernya tidak terlalu penting namun niat untuk berhijrah yang  terpenting. Kalau soal ke Masjid memang ada adabnya yang telah disebutkan dalam Al Quran Surah Al-A’raf ayat 31. Bagus bukan berarti mahal tetapi pakaian itu menutup aurat, dan bukan yang didapatkan dari hasil mencuri meskipun untuk shalat,” Pungkasnya. (Nik)

Tinggalkan Balasan