You are currently viewing Dialog Interaktif Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Dialog Interaktif Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pojokkatanees.com- Upaya menurunkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dibawah umur di kabupaten sambas, berbagai upaya dilakukan oleh mahasiswa Perguruan Tinggi maupun Tingkat Organisasi Mahasiswa di Kecamatan.

 

Hal ini dibuktikan dengan ada kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Kecamatan Teluk Keramat (Imtek), dengan menggelar dialog Interaktif bertema Gerakan Bersama Melawan Aksi Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di Kecamatan Teluk Keramat.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil ketua KPAID Prov. Kalimantan Barat, Kadis DP3AP2KB, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, KAURBINOPS SATRESKRIM Polres Sambas, Camat Teluk Keramat , Kapolsek Teluk Keramat dan Keluarga Besar Alumni Imtek. Kamis (24/2/2022)

 

Ketua Umum Imtek Dimas Yosa Ananda mengatakan angka kejahatan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sambas terus mengalami kenaikan, hal ini menjadi dasar kegiatan tersebut dilaksanakan.

 

“Terimakasih kepada para tamu undangan dan para peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara dialog interaktif, terimakasih juga saya ucapkan kepada seluruh elemen yang mendukung dan mensuport, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan semestinya,” Ucapnya.

 

Pihaknya mengatakan kegiatan ini memiliki alasan yang jelas, dikarenakan jumlah kasus yang terjadi dikabupaten Sambas, khususnya kecamatan teluk keramat telah terjadi 4 kasus.

 

“Kegiatan ini diselenggarakan karena semakin bertambahnya kasus yang terjadi di kecamatan teluk Keramat, dalam rentang waktu akhir tahun 2021, awal tahun 2022 sekitar 4 kasus, sehingga kami berinisiatif untuk mensolidkan barisan guna mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak agar tidak terjadi kembali ditahun 2022 ini,”¬†tegasnya

 

Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak kata dia sangatlah penting, mengingat anak-anak adalah masa depan Bangsa Indonesia.

 

“Generasi kedapan harus kita jaga, karena merekalah yang akan menjadi penerus pemimpin untuk bangsa dan negara, terlebih Kabupaten Sambas, kita tidak bisa membayangkan jika generasi sekarang dirusak, lantas bagaimana kedepannya bangsa dan negara ini,” Tegasnya.

 

“Saya berharap dengan diadakannya kegiatan ini kita bisa mensolidkan gerakan yang ingin kita ambil dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini. Saya juga berharap setelah ini, kecamatan teluk Keramat bisa menjadi acuan dan model dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak bagi kecamatan lain di kabupaten Sambas,” Imbuhnya.

 

Ketua panitia penyelenggara Krisna Nurdin Lasmono mengatakan, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 orang dengan penerapan protokol kesehatan.

 

“Terimakasih kepada seluruh tamu undangan dan para peserta yang telah hadir dalam kegiatan ini dan para panitia yang telah bekerja keras dalam mensukseskan acara, kegiatan kali ini diikuti peserta kurang lebih 100 orang, meskipun demikian saat pandemi ini kita tetap mematuhi protokol kesehatan yang mana telah diarahkan oleh pemerintah kabupaten Sambas,” Katanya.

 

Kegiatan ini kata Krisna, bertujuan untuk mencegah terjadinya pencabulan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak dibawah umur dikabupaten Sambas terlebih khususnya di Kecamatan Teluk Keramat.

 

“Kegiatan ini merupakan sebagai untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak dibawah umur serta pendorong bagi desa, khusus nya desa di kecamatan teluk keramat, untuk mencari solusi dan mencegah terjadi maraknya kekerasan seksual pada anak dan perempuan khususnya di Kecamatan teluk keramat,” Tutupnya. (Run)

Tinggalkan Balasan