Poiokkatanews.com – Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas merupakan penghasil buah-buahan yang sangat produktif. Salah satunya adalah buah Naga yang telah menjadi komoditas unggulan di Kecamatan tersebut.
Satu diantara warga Desa sarang burung Kuala Dusun Selamat, Sulaiman adalah salah satu pemuda yang yang berhasil dalam perkebunan buah Naga, hal ini dibuktikan dengan jumlah panen setiap bulannya mencapai kurang lebih 300 kg.
“Dalam satu kali setiap bulannya panen biasanya kami mendapatkan 300 kilo buah Naga, dengan luas lahan sekitar lebar 44 meter pajang sekitar 100 meter dan 580 batang tanaman buah Naga,” Katanya.
Dia mengatakan untuk harga terkadang tidak menentu bisa tinggi dan juga bisa rendah perkilonya.
“Untuk saat ini harga perkilo untuk buah naga sangat tidak menentu, terkadang tinggi jika musimnya datang, terkadang sangat rendah, tentu mempunyai faktor-faktor yang berbeda,”Ucapnya.
“Terkadang kita juga menjual kepada pengepul yang ada, namun terkadang juga kita menjual ke daerah luar Sambas, seperti daerah Singkawang, Pontianak, dan ke daerah Kalimantan Timur juga pernah, mereka sering memesan buah Naga,” Sambungnya.
Sulaiman menuturkan saat ini pihaknya mengalami kendala akibat pandemi, dimana tidak bisa menjual ke daerah luar Sambas akibat pandemic Covid-19 yang tak kunjung reda.
“Saat ini kami mengalami permasalahan di pemasaran dan juga untuk masuk ke daerah tertentu, yang mana biasanya kami dapat pesanan dari daerah tersebut namun tidak bisa mengantarkan hasil panen kami, ditambah lagi harga yang tidak stabil” Ujarnya
“Pupuk juga menjadi permasalahan bagi kami petani buah naga, karena untuk perawatan dan hasil buah melimpah, akan tetapi dengan tingginya harga pupuk membuat kami menggunakan perawatan yang seadanya, sedangkan satu bulan dua kali perawatan,” Tutupnya. (Run)