pojokkatanews.com–Desa Samuatida Kecamatan Teluk Keramat melaksanakan tradisi amping sebelum melaksanankan panen padi. Tradisi amping merupakan kebudayaan kabupaten sambas yang meski dilestarikan.
Warga Dusun Bungoran, Desa Samuatida Suria (43) mengatakan bahwa di daerahnya tradisi ngamping masih sering dilakukan guna mempererat silaturahmi sesama warga.
“Kalau di tempat saya di sini saat panen padi tanpa ada ritual nyemah. Tradisi ngamping dilaksanakan sebelum memanen padi, kami melakukannya tradisi ngamping untuk mengisi waktu luang serta mengeratkan tali silaturahmi, amping ini diambil dari biji padi setelah panen yang tumbuh kembali (tungkang), dari pada mubazir tidak diambil dari (tungkang) tersebut biasanya masyarakat menjadikannya sebagai Amping,” katanya. Selasa (29/2/2022)
Suria mengatakan tradisi ngamping meski dilakukan agar kelestarian kebudayaan kabupaten sambas tetap terjaga untuk generasi mendatang.
“Tradisi Amping jelas harus dilestarikan agar anak cucu kita nantinya tahu bagaimana membuat Amping, salah satu contohnya ialah seperti sekarang kami melestarikan tradisi tersebut dengan membuat Amping hanya untuk bersenang-senang meskipun tanpa momentum hari besar,” kata Suria
Dirinya mengungkapkan generasi muda sedikit tabu terkait kebudayan amping sehingga tradisi ini masih dominan dilaksanakan kaum ibu-ibu mulai dari memanennya hingga membuat ampingnya
“Saya mengajak anak muda zaman sekarang terkadang tidak tahu (menumbok) amping untuk belajar dan meski berpartisipasi dalam tradisi ngamping, kemudian jika ada masyarakat luar ingin mengikuti tradisi ngamping silakan datang kami sangat terbuka untuk itu,” Pungkasnya. (Nik)