You are currently viewing Perempuan Harus Bermartabat, Mandiri dan Berkualitas

Perempuan Harus Bermartabat, Mandiri dan Berkualitas

pojokkatanews.com– Perempuan berperan sebagai ibu dilingkungan keluarga dan madrasah utama untuk anak-anaknya jadi seorang ibu dituntut untuk menjadi wanita tangguh dan hebat. 

 

Hal ini sampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Hj. Yunisa Satono, S.Pd saat diminta tanggapan terkiat hari perempuan sedunia yang jatuh pada tanggal 8 maret 2022.

 

 

“Sebagaimana kita ketahui bahwa perempuan adalah mitra laki-laki. Mungkin kita pernah mendengar bahwa kesuksesan suami disampingnya ada perempuan yang tangguh. 

Jika kita melihat peran ibu dalam sebuah keluarga, seperti yang dikatakan dalam Al qur’an (Madrasah Ula) yang artinya Ibu adalah pendidikan yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Jadi, ibu dituntut untuk tangguh dan hebat yang diperlukan modal untuk mewujudkan hal tersebut (tangguh dan hebat) dengan pendidikan yang paling utama ialah pendidikan agama, ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas. Jika seorang ibu sudah memiliki ilmu ia siap membina keluarga untuk menjadikan anak-anaknya keturunan yang shalih dan shalihah serta berkualitas,” ucapnya 

 

Pada tahun 2022 Hari Perempuan Sedunia diperingati dengan tema (BreakThe Bias) memiliki arti pesan kepada para perempuan untuk berusaha melawan ketidaksetaraan, bias, dan stereotip yang disematkan oleh masyarakat.

 

Hj. Yunisa Satono menyebutkan peringatan hari perempuan sedunia itu penting untuk diperingati, meskipun harus diperingati setiap hari. 

 

“Menurut saya pribadi Hari Perempuan Sedunia tidak ditentukan kapan waktunya, tetapi selalu diperingati setiap hari dan di mana pun. Tetapi jika sudah ditentukan tanggalnya ya diikuti,” katanya.

 

 

Membentengi diri dengan ilmu agama salah satu untuk menghindarkan diri dari kasus asusila. Seorang Ibu juga harus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak agar hal-hal yang hindari tidak terjadi 

 

“Membentengi semua hal-hal yang tidak diinginkan apalagi berkaitan dengan kasus asusila dan di Kabupaten Sambas angka kekerasan seksual ini sangat tinggi. Memang peran serta yang utama perempuan adalah di dalam lingkup keluarga. Bagaimana ibu menanamankan kepada anak terutama anak perempuan agar bisa menjaga diri pribadi terlebih dahulu, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Pendidikan yang utama harus ditanamkan adalah nilai-nilai agama terhadap anak,” ungkapnya.

 

Yunisa berpesan kepada perempuan-perempuan khususnya di Kabupaten Sambas untuk menjadi perempuan yang hebat dengan membentengi diri dengan ilmu dan iman. 

 

“Pesan saya terhadap perempuan-perempuan yang ada di Kabupaten Sambas agar menjadi perempuan yang hebat, tangguh, mandiri, berkualitas dan bermartabat pastinya yang pertama kita lakukan adalah membentengi diri dengan iman, bagaimana kita meningkatkan kehidupan kita sesuai dengan agamanya masing-masing. Kita juga harus membentengi diri kita dengan ilmu pengetahuan yang bisa didapatkan di bangku sekolah, membaca, menonton dan menambah wawasan melalui Internet. Jangan sampai gaptek dan harus bisa menyaring informasi saat berselancar di dunia maya,” tutupnya.

 

 

 

 

Dilain pihak Ketua Umum Krops HMI-Wati Cabang Sambas Sabrina Denora Raysa mengatakan, saat ini wanita sekarang sangat berbeda dengan masa lalu, wanita sekarang telah mendapatkan hak nya masing-masing dan mendapat posisi yang sama dengan laki-laki.

 

“Kondisi wanita masa kini sangatlah jauh berbeda dengan kondisi wanita pada masa lalu, sekarang wanita telah merasakan kebebasan atas hak-hak yang diperjuangkan pada masa lalu. Kini sudah banyak perempuan yang mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan tinggi dan memiliki karir yang bagus. Terlihat dari banyaknya perempuan yang memiliki jabatan tinggi atau sebagai pengambil keputusan,”Katanya.

 

Kata Sabrina mengungkapkan dalam rangka memperingati hari perempuan sedunia, samabasmengalami permasalahan asusila yang begitu serius terhadap perempuan dan anak.

 

“Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dikabupaten sambas merupakan PR besar untuk kita semua, baik Pemda dan masyarakat yang harus bersinergi agar teratasi bersama, ketika kasus kekerasan terdata tinggi, di sisi lain menandakan adanya keberanian melapor, itu juga menjadi catatan penting bagi kita,” Ujarnya.

 

Untuk itu, tingginya kasus tersebut pihaknya siap untuk mengawal dan menekan tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak dikabupaten Sambas.

 

“Kohati sebagai keterwakilan HMI dalam mengawal isu keperempuanan dan anak pada khususnya tentu akan selalu gencar menyuarakan serta memberikan sosialasasi kepada masyarakat bahwa peran kita bersama untuk memberantas kasus ini serta kohati akan terus melakukan sinergitas kepada instansi instansi dan stake holder yang terlibat,” tuturnya.

 

Sabrina juga berharap kepada mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Sambas agar lebih peka dan lebih memperhatikan orang orang terdekat yaitu dengan berperan aktif dalam melakukan dua hal, menjaga komunikasi dan berani melapor

 

”Kami mengajak untuk seluruh masyarakat agar lebih peka dan lebih memperhatikan orang orang terdekat, menjaga komunikasi dan berani melapor. Memberikan edukasi seksual dan kesehatan reproduksi juga penting sekali dikenalkan mulai dari sejak dini pada anak, kemudian memberikan  edukasi mengenai hal yang boleh dan tidak boleh disentuh kepada anak, ini menjadi PR kita, bersama-sama kita menekan dan melawan kejahatan seksual demi melindungi Generasi yang akan datang,” Pungkasnya. (Nik/Run)

 

Tinggalkan Balasan