You are currently viewing Perangkat Daerah Laksanakan Rencana Penyusunan Kerja Pemerintah (RKPD)

Perangkat Daerah Laksanakan Rencana Penyusunan Kerja Pemerintah (RKPD)

pojokkatanews.com – Pemda Sambas Gelar Rapat Forum Lintas Perangkat Daerah (LPD) Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Selasa, (15/03/2022).

 

Tampak hadir dalam acara tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, perwakilan Komisi II DPRD, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Camat Se-Kabupaten Sambas, Ketua Dewan Maritim dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas. 

 

Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H dalam sambutannya melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Ir.M.Yayan Kurniawan, M.MA., menyatakan, Penyusunan RKPD merupakan agenda tahunan yang sudah tercantum dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang mana dalam penyusunan RKPD harus tetap memperhatikan visi misi pembangunan daerah. 

 

“Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sesuai dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan,” Kata Yayan membacakan sambutan.

 

Sebagaimana kita ketahui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sambas tahun 2023, merupakan RKPD periode 2022 dari RPJMD Kabupaten Sambas tahun 2021 – 2026, untuk itu penyusunan rancangan RKPD tahun 2023 harus tetap memperhatikan visi pembangunan daerah

 

“Terwujudnya Sambas yang Beriman, Kemandirian, Maju dan Berkelanjutan yang telah dijabarkan dalam lima fungsi pembangunan dan program unggulan daerah. Adapun misi pembangunan daerah yaitu yang pertama meningkatkan kualitas kehidupan dengan melaksanakan nilai-nilai agama, budaya dan norma sosial pada semua lini kehidupan dalam bingkai persatuan antar elemen masyarakat,” Papar Yayan. 

 

Selanjutnya meningkatkan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan potensi unggulan lokal dan investasi, ketiga meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), keempat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penciptaan lapangan pekerjaan dan perluasan kesempatan kerja, lima mengelola dan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

 

Yayan juga mengatakan, dari misi tersebut banyak tersusun program unggulan daerah untuk mendukung perwujudan visi Terwujudnya Sambas yang Beriman, Kemandirian, Maju dan Berkelanjutan. 

 

“Dari misi pembangunan tersebut selanjutnya tersusun program unggulan daerah yaitu program Bentuk Iman pembentukan insan madani, program pengembangan One Village One Product (OVOP), program Pengurusan Izij di Rumah (Rusimah), program Penyediaan Air Bersih dan Air Minum Masyarakat (PasminumMas), program E-Goverment, program Pelayan Diktan, program Pemuda Siap Kerja, dan program Green Growth,” Jelasnya.

 

Pandemi  sangat berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sambas, sehingga mengakibatkan kontraksi menurun 2,02 persen. Meski sempat mengalami kontraksi, laju pertumbuhan ekonomi sekarang naik mencapai 4,5 hingga 5 persen. 

 

“Berdasarkan identifikasi maka terdapat beberapa hal yang menjadi isu strategis, laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 mengalami kontraksi laju pertumbuhan ekonomi dan pada tahun 2022 naik mencapai 4,5 hingga 5 persen. Hari ini menunjukkan bahwa perekonomian di Kabupaten Sambas sudah kembali pulih walaupun masih berada dibawah rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat,” Paparnya 

 

Infrastruktur, Kemiskinan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi permasalahan utama dalam pembangunan daerah, terlebih saat dua tahun lalu diterjang Pandemi Covid-19 banyak anak-anak putus sekolah dan angka kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten Sambas. 

 

“Masih rendahnya infrastruktur dalam kondisi mangkrak sehingga kurang mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kabupaten Sambas. Indeks pembangunan terbuka yang berpotensi semakin parah akibat Pandemi Covid-19 yang dirasakan. Jumlah penduduk miskin tergolong tinggi dan persentase yang masih diatas rata-rata provinsi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah di Kalimantan Barat dimana rendahnya angka rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, masih menjadi permasalahan utama dalam berupaya meningkatkan IPM,” tutup Asisten Ekonomi dan Pembangunan (nik) 

Tinggalkan Balasan