Pojokkatanews.com-Salah satu toko sembako di Dusun Sutera Desa Makrampai, Kecamatan Tebas yang menjadi penyalur Minyak goreng (Migor) Subsidi dari Pemerintah bisa menghabiskan minyak goreng dalam tiga jam sebanyak 5 ton. Hal ini pasalnya minyak dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.000 perliter dan Rp 15.500 perkilogram, Rabu (6/4/2022).
Pengurus pengisian minyak goreng, Rodes mengatakan penjualan disini mengikuti harga subsidi pemerintah dengan penjualan perkilogram.
“Disini perliter empat belas ribu dan perkilo lima belas ribu setengah, cuma kita disini tidak mampu perliter jadi cuma pakai timbang dengan harga 15.500,” Katanya.
Dia menyebut dalam hitungan waktu tiga jam, minyak goreng subsidi diperkirakan sudah habis sebanyak 5 ton minyak goreng..
“Kita diberi jatah sebanyak 10 ton minyak, dari jam 08.00 Wib pagi tadi pembeli sudah mulai berdatangan ke toko untuk membeli minyak makan subsidi, hingga pukul 10.40 wib sekiranya sudah habis setengah dari persediaan,” Sebut Rodes.
Rodes menyampaikan untuk pengambilan harus menyediakan foto copy KTP dan per KTP dibatasi dengan maksimal pengambilan 15 kilogram.
“Untuk pembeli kita minta persyaratan dengan KTP, jadi dengan satu foto copy KTP hanya boleh membeli satu ken 15 kilogram,” Jelasnya.
Salah satu warga pengantri, Mayana (54) asal gang amanah Tebas menuturkan sudah ikut mengantri sejak pukul 9.30 wib pagi hingga pukul 11.00 wib siang belum dapat giliran mengambil minyak.
“Saya mengantri sudah sejak pukul 09.00 wib setengah pagi bersama teman saya, tapi sampai sekarang masih belum dapat bagian,” Tuturnya.
Dia menjelaskan pembelian minyak goreng subsidi ini untuk didagangkan kembali di warungnya, karena sudah lama dia tidak mendapat minyak eceran.
“Minyak goreng subsidi yang saya dapat untuk saya jual dagang lagi saya sudah buka warung lebih dari 20 tahun dan biasa dapat stok minyak goreng dengan diantar oleh tokoh-tokoh sembako lainnya atau sudah tangan ke dua dengan harga cangkau,” Jelas Mayana.
Sementara minyak murah sulit didapatkan, Mayana hanya membeli sedikit minyak dengan harga mahal untuk mengisi sedikit persediaan di warngnya.
“Tapi untuk sekarang sangat sulit mendapatkan minyak, bahkan yang biasa ngantar ke warung saya sudah tidak ngantar lagi, jadi dari pada kosong terpaksa saya beli di pasar subuh yang kemasan dengan harga 26 ribu perliter,” Pungkasnya. (Yud)