You are currently viewing Harga TBS Turun, Pemerintah Dinilai Tidak Berpihak Kepada Petani

Harga TBS Turun, Pemerintah Dinilai Tidak Berpihak Kepada Petani

Pojokkatanews.com – Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit mengalami penurunan secara menjadi khawatir yang berakibat rendahnya pendapatan masyarakat.

Salah satu petani sawit Abdi Kurnianto sangat menyayangkan anjloknya harga TBS Kelapa Sawit yang tidak seimbang jika dibandingkan dengan biaya produksi, harga pupuk dan sarana produksi.

“Kondisi ini memang hal yang sangat disayang kan, karena memang tidak seimbang dengan biaya produksi perkebunan mereka, ditengah harga pupuk dan sarana produksi yang harga nya semakin tak terkendali. Kamis, (28/4/2022)

“Di sisi kita melihat dengan nyata, bahwa pemerintah memang tidak pernah hadir untuk kaum tani kita, peningkatan kesejahteraan petani hanya menjadi semboyan dan slogan kebanggaan pemerintah, namun pelaksanaan dilapangan saya rasa nol besar,” ungkapnya.

Abdi Kurnianto mengatakan hingga pada hari ini permasalahan pertanian sangatlah kompleks, hingga yang terkadang menyakitkan bagi petani yang berhasil menurutnya diklaim oleh pemerintah dan dijadikan objek promosi keberhasilan dari program pemerintahan padahal pemerintah belum tentu mendampingi petani dari titik nol hingga keberhasilan yang diperoleh.

“Permasalahan pertanian sangat kompleks, dari mulai benih dan bibit unggul, pupuk, budidaya, sampai hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan, petani seakan di biarkan berjalan dengan sendirinya dan seolah sampai hari ini memang tidak ada permasalahan dan kadang yang lebih menyakitkan lagi petani yang berhasil dijadikan objek promosi keberhasilan program pemerintah seakan pihak terkait telah mendampingi petani dari A-Z,” katanya

“Wajar kalau saat ini kaum muda semakin alergi terjun didunia pertanian, karena mereka melihat nya memang Madesu (masa depan suram) banyaknya sarjana pertanian saat ini belum terdengar oleh kami yang menggantungkan cita-cita mereka, jadi petani dan pahlawan pangan negeri ini, kalau ada pun itu bukan pilihan tetapi keterpaksaan,” tambahnya

Lebih lanjut Abdi Kurnianto memaparkan, petani menaruh harap besar bahwa kedepannya pertanian menjadikan hal yang menguntungkan di negeri ini. Ia juga menaruh harap, pelayanan masyarakat khusus untuk petani hadir sebagai solusi.

“Kita selalu menggantungkan harapan besar kedepan nya pertanian menjadi hal yang istimewa di negeri ini, semoga pertanian bukan konsumsi politik saja untuk kaum yang berkepentingan didalamnya. Karena sebenarnya mereka sadar masyarakat yang bergelut dibidang pertanian menjadi bagian terbesar di negeri ini. Kita juga mempunyai impian, pelayan masyarakat khususnya petani memang benar-benar hadir untuk mencari solusi, karena kita meyakini pihak terkait sudah sangat mengetahui masalah dan langkah perbaikan nya, cuma punya niat, kemauan, keberaniankah itu yang menjadi pertanyaan nya, bukan sekedar eksistensi,” Pungkas Abdi Kurnianto. (nik)

Tinggalkan Balasan