You are currently viewing Warga Keluhkan Harga Tandan Buah Segar Sawit Turun

Warga Keluhkan Harga Tandan Buah Segar Sawit Turun

Pojokkatanews.com – Kebijakan pemerintah pusat terhadap larangan ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak goreng menuai pro dan kontra. Meski tujuannya menjaga kestabilan minyak goreng dalam negeri, namun larangan tersebut tentu berdampak negatif pada petani sawit.

Dimana harga Tandan Buah Segar (TBS) sebelumnya kurang lebih 4.000 ribu rupiah per kilogramnya.Dikabupaten Sambas sendiri, khususnya di Kecamatan Tebas harga TBS tersebut juga mengalami penurunan semenjak ditetapkannya peraturan larangan ekspor (CPO) oleh pemerintah.

Satu diantaranya petani sawit Rodi (40) asal tebas mengatakan, harga sawit TBS per kilogramnya diatas rata-rata 3.000 ribu rupiah sebelum ditetapkan larangan ekspor CPO.

“Biasa harga TBS sawit mencapai kurang lebih 3.000 lebih per kilogramnya, akan tetap semenjak ditetapkan larang ekspor oleh pemerintah pusat, harga TBS sawit per kilogramnya sangat jauh menurun di kisaran 1.650 ribu rupiah 10 Mei 2022,” Ujarnya. Kamis (12//5/2022).

Dirinya menilai larangan ekspor tersebut tentunya upaya pemerintah untuk menstabilkan harga Minya Goreng yang melambung tinggi, akan tetapi kebijakan tersebut berdampak negatif bagi petani sawit.

“Apa yang dilakukan pemerintah tentunya sebagai langkah untuk meminimalisir tingginya harga Minyak Goreng saat ini, akan tetapi jika hal ini terus berlangsung lama, tentu kita para petani sawit sangat – sangat dirugikan,” Katanya.

“Pasalnya jika ini berlangsung lama, namun harga minyak goreng tidak kunjung mengalami penurunan maka kebijakan ini sangat merugikan dan sia – sia,” Ungkapnya.

Rodi Menuturkan, meskipun sebelumnya harga TBS sawit pernah berada di bawah harga 1.000 per kilogramnya akan tetapi permasalahan saat itu Minyak Goreng tidak mengalami kenaikan.

“Beberapa tahun sebelumnya memang pernah harga TBS sawit diharga 1.000 per kilogramnya, akan tetapi Minyak Goreng tidak mengalami kenaikan,” Tuturnya.

Saat ini kebutuhan dalam negeri mencapai 40 persen dan sisanya kebutuhan di luar negri sebanyak 60 persen.

Rodi berharap, kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat tidak berlangsung lama, dan harga sawit TBS kembali normal.

“Kita, para petani sawit berharap betul kepada pemerintah atas kebijakan yang diambil tidak berlangsung begitu lama dan, kita mengharapkan harga TBS sawit kembali normal seperti biasanya sebelum kebijakan tersebut ditetapkan,” Harapannya.

“Tidak hanya itu, pihak perusahaan pengelola CPO juga tidak merasa dirugikan atas kebijakan tersebut, dan harga Minyak Goreng kembali normal atas langkah – langkah dan kebijakan yang telah dibuat,” Tutupnya. (Run)

 

Tinggalkan Balasan