Pojokkatanews.com – Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Sambas menggelar Sosialisasi Akbar Kegiatan Rekomendasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (RPLP2B) Tahun Anggaran 2022.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sambas, Dandim 1208 Sambas, Waka Polres Sambas, Sub Koordinator irigasi dan pembiayaan bidang PSP dinas tanaman pangan holtikultura prov Kalbar, Kepala Camat Se-kabupaten Sambas, Kepala Desa Se-kabupaten Sambas, Ketua Gapoktan se-kabupaten Sambas. di Aula Hotel Pantura. Kamis (2/6/2022)
Bupati Sambas H Satono mengungkapkan sebulan sebelum dilantiknya Bupati Sambas, pemerintah daerah Sambas bersama DPRD telah mengesahkan Perda No 2 tahun 2021 tentang (RPLP2B).
“Sebelum dilantiknya Bupati Sambas, pemerintah daerah Sambas bersama DPRD telah mengesahkan Perda No 2 tahun 2021 tentang (RPLP2B), tentu saya paham betul dengan niat baik pemerintah daerah eksekutif dan legislatif merumuskan Perda no 2 tahun 2021 dalam rangka melindungi lahan pertanian Kabupaten Sambas,” Kata Bupati Sambas.
Dikatakan Satono bahwa Sambas, merupakan Kabupaten terbesar nomor dua setelah kota Pontianak, dimana jumlah penduduk mencari 640 ribu jiwa dengan.
“Dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, Sambas merupakan sektor pendukung di bidang pertanian, dimana 70 persen masyarakat Sambas adalah Petani, dengan angka tersebut Sambas menyumbang 25 di sektor pertanian untuk Kalimantan Barat,” Ujarnya
Sehingga disampaikan bupati Sambas memiliki potensi yang tergali belum secara maksimal, diantaranya pertanian, Perikanan, dan sektor pariwisata,
“Tiga sektor yang belum tergali secara maksimal, tentu hal ini menjadi pekerjaan kita bersama, bukan hanya pemerintah, bupati dan anggota DPRD Kabupaten Sambas,” Katanya
Bupati menyampaikan beberapa minggu lalu masyarakat kabupaten Sambas mengeluhkan kelangkaan pukuk bersubsidi, tentu hal ini berbanding terbalik dengan kesehatan masyarakat petani.
“Beberapa hari saya mendapatkan vidio dari para petani Sambas yang mengeluhkan kekurangan dan kelangkan pupuk yang bersubsidi, hal ini tentu berbanding terbalik dengan kesejahteraan masyarakat petani Sambas,”Ujarnya.
“Dengan demikian pemerintah Kabupaten Sambas telah memberikan 729 ton pupuk bersubsidi untuk masyarakat Kabupaten Sambas,” Tambahnya.
Satono berharap, dalam membangun Sambas dirinya tidak mampu melakukannya sendiri, dimana 70 persen masyarakat Sambas sebagi petani.
“Dari itu saya berharap kepada OPD yang ada untuk sama-sama membangun Sambas lebih baik kedepannya, dimana masyarakat Sambas kita 70 persennya adalah masyarakat petani yang mesti kita sejahterakan semua,” Harapnya.
Sementara itu, ketua pelaksana Elayandi Mengatakan, tujuan kegiatan RPLP2B adalah memberikan pemahaman dari seluruh stage holder tentang perlindungan lahan pertanian.
“Tujuan dilaksanakannya sosialisasi akbar yaitu memeberikan pemahaman tentang perlindungan lahan pertanian, dimana jumlah peserta 200 orang terdiri dari OPD, kelompok kerja, camat se-kabupaten Sambas, Ketua Gapoktan 50 orang, dan yang lainnya,,” Katanya. (Run).