Pojokkatanews.com – Pengelola Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas, Robiansyah mengatakakan KJA yang diusahakannya menjadi pusat percontohan pelajar dan mahasiswa.
Dirinya menambahkan menjadi percontohan dalam artian orang dapat melihat langsung proses budidaya.
“Percontohan maksutnya orang bisa melihat, langsung KJA dan prospeknya kita sampaikan kalau yang minat dan kita dukung dalam penyediaan bibit ikan,” tuturnya.
Bahkan KJA di Kartiasa juga menjadi tempat magang bagi siswa dan mahasiswa perikanan. Diantaranya siswa magang dari SMK Perikanan Selakau, SMK Paloh dan SUPM Pontianak
“Kalau anak magang arahnya ke kolam yang dipelajari tergantung judul anak magang tersebut, kemudian anak yang magang dari SMK Perikanan Selakau, SMK Paloh dan SUPM Pontianak,” jelasnya.
Dia menuturkan, terkadang mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) juga melakukan praktikum di KJA Kartiasa.
“Kalau dari mahasiswa Poltesa Sambas hanya praktikum dan tidak lama waktunya kadang hanya 2 sampai 3hari saja,” tuturnya
saat ini ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) dikatakan Robiansyah masih dalam keadaan stabil.
“Air laut yang naik saat ini tidak mempengaruhi ikan masih stabil. Yang sangat berpengaruh air lama panas, tiba-tiba hujan turun sangat deras. Airnya jadi PH-nya sangat rendah,” ujarnya, Jumat (17/6/2022).
Untuk saat ini ikan yang dipelihara di Keramba KJA Kartiasa diantaranya ikan nila, ikan patin, dan ikan lele.
“Terutama ikan nila, ada juga ikan patin, ikan lele baru tahap percobaan jumlahnya tidak banyak,” ungkapnya.
Keramba Jaring Apung di Kartiasa dari ketua Robiansyah sudah berkiprah sejak Tahun 2015, potensi budidaya KJA di Kartiasa cukup menggiurkan
“Potensinya lumayan, tapi harus tepat perhitungan bulan dan waktunya untuk nebar bibit, karena ada dari Oktober dan November kondisi air sungai tidak mendukung dikarenakan cuaca yang tidak stabil, mengakibatkan ikan mudah terkena penyakit,”.(Run).