You are currently viewing Bupati Satono Harapkan Bidan Berikan Layanan Prima Untuk Sambas Berkemajuan

Bupati Satono Harapkan Bidan Berikan Layanan Prima Untuk Sambas Berkemajuan

Pojokkatanews.com-Bupati Sambas, H.Satono mengungkapkan peran penting bidan dalam pembangunan di Kabupaten Sambas.

Hal ini disampaikan Satono dalam peringatan Hari Bidan Nasional yang jatuh pada 22 Juni 2022. 

“Selamat memperingati hari Bidan Nasional, semoga para bidan selalu diberikan berkah kesehatan dan keselamatan serta selalu lancar membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Sambas,” ucap Bupati Satono, Jumat (24/6/2022).

Apa yang dilakukan oleh para bidan kata Bupati Satono, tak hanya bentuk pengabdian dalam menjalankan tugas mereka, namun juga adalah sebuah amal perbuatan yang sangat baik.

 

“InshaAllah keringat dan perjuangan para bidan, adalah jihad mereka dalam bidang kesehatan, ini menjadi amal terbaik untuk Ibu Pertiwi dan menuju Sambas Berkemajuan. Tetap bersemangat,” pungkas Bupati Satono

 

Dikutip dari laman Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bidan adalah perempuan lulusan dari pendidikan bidan serta diakui oleh pemerintah dan organisasi profesi wilayah Negara Republik Indonesia. Seorang bidan adalah orang yang telah memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi, dan atau secara salah mendapat lisensi untuk perjalanan praktik kebidanan.


Bersamaan dengan peringatan hari lahir IBI ke-71, Hari Bidan Nasional 2022 yang jatuh pada Jumat (24/6/2022) mengangkat tema “Perjuangan Panjang Profesi Bidan Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju”.


Tanggung Jawab Seorang Bidan
Sebagai tenaga professional dalam dunia kesehatan, bidan mempunyai tanggung jawab dan akuntabel dalam dunia kesehatan. Berikut informasinya.

Memberikan dukungan, asuhan, dan nasehat selama masa kehamilan wanita, masa persalinan dan masa nifas.


Memfasilitasi dan memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri.


Memberikan asuhan kepada bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan.


Mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat.


Memberikan konseling dengan kegiatan mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.


Dikutip dari laman resmi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) Kementerian Kesehatan (Kemkes), peringatan Hari Bidan Nasional jatuh pada Rabu (24/6/2022). Tanggal 24 Juni bertepatan dengan lahirnya IBI.

Melansir dari laman resmi IBI, pada tahun 1951, IBI dikukuhkan melalui konferensi bidan pertama yang diselenggarakan di Jakarta, 24 Juni 1951. Konferensi tersebut diprakarsai oleh bidan-bidan senior yang berdomisili di Jakarta. Konferensi bidan pertama ini menghasilkan pendirian sebuah organisasi profesi bernama IBI.

Organisasi IBI ini dibuat dengan bentuk kesatuan, bersifat nasional, berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Melalui konferensi IBI tersebut, pertama kali juga dirumuskan tujuan IBI, antara lain:

Menggalang persatuan dan persaudaraan antar sesama bidan serta kaum wanita pada umumnya, dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa.
Membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan, khususnya dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta kesejahteraan keluarga.


Membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


Meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat.


Secara nasional, IBI telah diakui sebagai organisasi berbadan hukum yang sah dan terdaftar dalam Lembaga Negara nomor: J.A.5/92/7 Tahun 1954 tanggal 15 Oktober 1954 (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia). Hal ini terjadi setelah tiga tahun konferensi IDI Pertama.

Bukan hanya diakui pada tingkat nasional, IBI diterima sebagai anggota ICM (International Confederation of Midwives) pada tahun 1956. Sejak saat itu, IBI selalu aktif mengikuti kegiatan organisasi kongres ICM ataupun kongres ICM Regional Asia Pasific (Aspac). (red)

Tinggalkan Balasan