You are currently viewing Harga TBS Turun Petani Murung

Harga TBS Turun Petani Murung

Pojokkatanews.com – Beberapa waktu terakhir ini, masyarakat kembali mengeluhkan turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS)  komoditas sawit per kilogramnya, hal ini dirasakan oleh semua daerah tidak terkecuali Kabupaten Sambas.

 

Sebelumnya harganya TBS mencapai harga tertinggi dari para pengepul TBS sebesar Rp 3.500 per kg, namun demikian, menjelang akhir bulan Juni ini harga TBS turun di perkirakan mencapai 70 hingga 80 persen, yang mencapai harga terendah hingga mencacah Rp 800 rupiah per kg.

 

Satu diantaranya petani sawit asal Kecamatan Tebas Hadari mengatakan, turunnya harga TBS sangat menjatuhkan perekonomian masyarakat petani, yang semula bernafas lega namun demikian hal itu tak berlangsung lama.

 

“Baru sebentar kami merasakan nafas segar setelah dibukanya pintu Ekspor CPO oleh pemerintah pusat, dimana harga sawit cukup tinggi, sehingga kami bernafas lega, akan tetapi baru beberapa minggu berlangsung, harga TBS kembali merosot, dan sangat jauh dari perkiraan yang ada,” kata Hadari.

 

“Dari harga tertinggi Rp 3500, setelah itu turun menjadi Rp 3000, dan kemudian Rp 2.400 hingga turun saat ini mencapai harga terendah yakni 800 rupiah pada Senin 21 Juni 2022,” Sambungnya. Senin (21/6/2022).

 

Dia tidak habis pikir hal ini bisa terjadi dan kebijakan pemerintah tidak pada tempatnya, buktinya harga minyak goreng kemasan itu masih di harga yang sama hanya minyak goreng curah mencapai 16.000 rupiah per liter.

 

“Pemerintah sepertinya bermain-main dengan kebijakan, tidak ada kejelasan apa yang mau dibatasi, dengan harga TBS 3.500 tidak juga menurunkan harga minyak goreng kemasan, hanya saja minyak goreng curah itupun harga masih 16.000 rupiah per liter,” ujarnya 

 

“Saat ini kami tidak tahu, apakah sawit di kebun kami mau dipanen atau tidak, karena berbanding terbalik dengan harga, sedangkan jika di panen hanya cukup untuk membayar para pemanen, dan tidak ada untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

 

Dirinya berharap, setidaknya pemerintah mengambil keputusan harus sesuai dengan apa yang dialami oleh masyarakat dan apa yang masyarakat butuhkan.

 

“Kami berharap pemerintah memperhatikan masyarakat, jangan membuat kebijakan yang tidak karuan sehingga mengakibatkan masyarakat petani sawit yang terkna dampaknya, setidaknya harga TBS itu tidak turun seperti ini,” harapnya.

 

“Apalagi saat ini akan menjelang hari raya jadi kebutuhan itu sangat banyak, kami berharap pemerintah saat ini memberlakukan hal tersebut tidak lama, dan memberikan solusi atas permasalahan ini,” pungkasnya. (Run).

Tinggalkan Balasan