You are currently viewing Silaturahmi Ramah Tamah Pemda Sambas dan Kepala Perpustakaan Nasional

Silaturahmi Ramah Tamah Pemda Sambas dan Kepala Perpustakaan Nasional

pojokkatanews.com – Bupati Sambas menyambut kedatangan Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando dengan menggelar malam ramah tamah yang bertempat di Aula Utama Kantor Bupati Sambas. Senin, (27/06/2022).

 

Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Perpustakaan Nasional beserta rombongan karena telah hadir di Kabupaten Sambas. 

 

“Saya haturkan terima kasih banyak kepada Kepala Perpustakaan Nasional yang berkenan hadir di Kabupaten Sambas. Sambas ini daerah Kabupaten yang letaknya paling utara dari Kota Pontianak tapi populasinya lumayan padat yang juga merupakan kedua terbesar penduduknya di Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak. Penduduk kami tersebar di 19 kecamatan, dua kecamatan yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan ada 193 desa. Menurut catatan sipil populasi penduduk Masyarakat Kabupaten Sambas ada 640 ribu jiwa dan 86 persen penduduknya adalah muslim,” papar Satono 

 

Bupati Satono mengatakan bahwa sebetulnya, kabupaten yang maju di Kalimantan Barat ialah Kabupaten Sambas, karena penduduknya merupakan 86 persennya penduduk muslim. Sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah bahwa muslim harus membaca, termasuk membaca buku dan lingkungan kiri dan kanannya. 

 

“Semestinya yang paling maju dan hebat di Kalbar itu Sambas, yang paling rajin membaca itu harus orang Sambas. Karena 86 persennya muslim dan ayat Al-Quran pertama Allah pesankan kepada kita yaitu iqro bismi robbikallazii kholaq yang artinya Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan yang tercantum dalam surah Al-‘Alaq ayat pertama. Bukan hanya membaca Iqra’ yang sebelum kita membaca al-Quran, tetapi baca semua kita, semua buku termasuk baca lingkungan kiri dan kanan,” ujarnya. 

 

“Maka tidak salah kalau kita boleh katakan, semestinya Sambas inilah harus terunggul, dalam RPJP 2021-2025 Kabupaten Sambas diharapkan pada tahun 2025 menjadi Kabupaten yang terunggul di Kalimantan Barat,” sambungnya.

 

Jika Kabupaten Sambas sidah ada gedung yang megah berupa Perpustakaan Daerah, maka tugas selanjutnya ialah menggerakkan semangat baca masyarakat Kabupaten Sambas untuk membaca agar meningkatkan intelektualitasnya meski Kabupaten Sambas berada di daerah perbatasan. 

 

“Sekarang tugas kita bagaimana menggerakkan semangat masyarakat Kabupaten Sambas untuk membaca, membaca, dan membaca sehingga tingkat intelektualitasnya meningkat. Sehingga kita walaupun berada di daerah perbatasan tapi tidak terbatas ilmu pengetahuan karena ada banyak literasi buku-buku yang ada di gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sambas,” paparnya. 

 

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas yang telah menjamu makan malam dan ia juga mengapresiasi keberhasilan Pemda Sambas atas apa yang tekah dicapainya pada awal tahun kepemimpinannya. 

 

“Atas nama Pemerintah Pusat kami dari Perpustakaan Nasional RI mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, terima kasih atas jamuan makan malamnya semoga berkah. Kami mengapresiasi seluruh keberhasilan yang telah dicapai pada awal pemerintah Satono Rofi. Kabupaten Sambas telah melangkah jauh melaju apabila dimulai dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM),” ucapnya Syarif Bando. 

 

Ia mengatakan bahwa mencerdaskan anak bangsa adalah tigas bersama-sama. Apabila bangsa menjadi cerdas, sejahtera dan kuat maka sudah bisa menjadi pemain global. 

 

“Tentu saja baru diawali komitmen bersama, tahapan yang paling fundamental ialah bagaimana Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan Forkopimda bersama-sama mengimplementasikan mandat UUD 1945. Mandatori UUD 1945 siapapun kita apakah kita eksekutif, legislatif, yudikaif, TNI/Polri tugas kita itu hanya empat, yang pertama itu mencerdaskan anak bangsa. Bangsa yang cerdas berkorelasi lurus dengan kesejahteraan, bangsa yang cerdas dan sejahtera berkorelasi lurus dengan persatuannya yang kuat. Kalau kita menjadi bangsa yang cerdas, sejahtera dan kuat akan menjadi pemain global, itu rumusnya,” katanya.

 

Hadir di Kabupaten Sambas pada malam tersebut membuat Kepala Perpustakaan Nasional beruntung, sebab Kabupaten Sambas memiliki dua kecamatan yang terluar dan ia juga menjadi sebab Kaperpusnas telah mengimplementasikan RPJPM tahun 2020 yang memulai pembangunan dari pinggiran. 

 

“Kami telah menginflementasikan RPJPM Presiden 2020 yang perintahnya pembangunan dimulai dari pinggiran. Kami berterimakasih dan penuh rasa bangga hadir pada malam ini karena Kabupaten Sambas memiki dua kecamatan yang ditetapkan sebagai daerah terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” ucapnya.  (nik) 

 

 

Tinggalkan Balasan