You are currently viewing Cegah Stunting Tekankan Orangtua Sadar Tumbuh kembang Anak.

Cegah Stunting Tekankan Orangtua Sadar Tumbuh kembang Anak.

pojokkatanews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas menggelar Orientasi Penilaian Tumbuh Kembang Anak Bagi Lintas Sektor Kabupaten Sambas yang diselenggarakan di Aula Hotel Pantura Sambas, Kamis, (30/06/2022).

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Hendi Wijaya, S.K.M., menyampaikan bahwa saat ini isu Stunting dan permasalahan tumbuh kembang anak sangat berpengaruh besar pada lingkungan, terutama jika anak-anak yang sudah mengkonsumsi tayangan porno sejak dini.

 

“Sekarang isu Stunting memang lagi meningkat, permasalahan anak-anak kita ini bukan hanya pada isu tumbuh kembang anak dan asupan gizi saja tapi juga pengaruh lingkungan sangat dahsyat sekali saat ini untuk anak-anak kita terutama sisi kognitif berupa tontonan dan gadget, beberapa rumah sakit menyatakan anak-anak terganggu gangguan kesehatannya bahkan cenderung menjadi kecanduan atau overdosis terutama untuk bermain game. Lebih parah lagi kalau anak-anak itu sampai melihat tayangan-tayangan yang berbau porno, kita lihat tumbuh kembang secara emosional dia tidak mampu dikarenakan sudah mengkonsumsi tontonan bersifat porno, ini akan berdampak pada otak secara tidak sadar,” ungkapnya.

 

Hendi Wijaya menitik beratkan kepada orang tua bahwa selain mengawasi fisik tumbuh kembang anak juga harus melihat psikis anak.

 

“Ada dua hal yang saya titip, pertama secara fisik kita mengamati tumbuh kembang anak, tetapi secara psikis pada faktor lain saat ini secara sadar atau tidak sadar orang tua itu malah berperan menyebabkan anak itu menjadi rusak. Saya melihat ibu-ibu jika anaknya menangis diberikan handphone, padahal anak menangis itu normal,” pesannya.

 

Ia menuturkan bahwa untuk mengatasi permasalahan tumbuh kembang anak haruslah dilakukan secara kolaboratif dan menyingkirkan ego sektoral, agar tujuan tersebut mudah dicapai.

 

“Untuk berbicara tentang tumbuh kembang anak ini tidak bisa berbicara sendiri, kita harus kolaboratif bahasa ini memang mudah diucapkan tetapi implementasinya ini repot (susah-susah senang). Tetapi jika sudah kerja masing-masing yang disebut dengan ego sektoral jelas tidak akan mencapai tujuan,” tutur Hendi.

 

“Ancaman terbesar bagi anak kedepannya adalah proses tumbuh kembang pola asuh yang keliru baik itu fisik maupun psikis. Stunting bisa diperbaiki, dikoreksi, diobati, dan bisa diintervensi asal tidak lewat dari 2 tahun,” tambahnya.

 

Hendi memaparkan bahwa setiap orang tua haruslah memiliki ilmu parenting agar mengetahui pola asuh anak dan tumbuh kembang anak dengan baik dan secara sadar.

 

“Maka para pendidik punya keterampilan dan pengetahuan, kalau orang tua tidak memiliki pengetahuan tentang pola asuh tumbuh kembang anak jadi ia tidak akan merasa ada apa-apa atau kurang sadar dengan tumbuh kembang anak. Untuk itu maka upaya mencegah stunting sangat paling wajib diketahui oleh para orang tua,” pungkas Hendi.

 

Perwakilan Bunda Paud Kabupaten Sambas, Erin Rosdiana ,S.AP, M.Pd mengatakan bahwa keberhasilan tumbuh kembang anak sangat memengaruhi masa depan suatu bangsa.

 

“Masa depan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tahun pertama kehidupan terutama sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak,” katanya.

 

Erni menuturkan bahwa masalah Stunting di Kabupaten Sambas masih mencapai 32,4 persen dan pada tahun 2024 Presiden Joko Widodo meminta untuk menurunkan prevelensi Stunting menjadi 14 persen.

 

“Di Kabupaten Sambas masalah Stunting pada balita masih cukup serius yaitu sebesar 32,4 persen yang nantinya kita diminta untuk menurunkan prevelensi Stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024. Selain kondisi kesehatan yang buruk masalah Stunting dalam jangka panjang pada anak bisa berakibat pada masalah perilaku dan gangguan kognitif yang buruk dan menyebabkan depresi sejak masa anak-anak,” katanya.

 

Erni juga menjaelaskan, stunting bisa menyebabkan perilaku sosial, emosional negatif dan daya pikir kurang termasuk kemampuan akan berkurang pada membaca, berhitung, penalaran dan penguasaan kosakata sehingga mengakibatkan produktifitas berkurang hingga 46 persen saat dewasa nanti.

 

Bukan hanya para pendidik, orang tua, pengasuh anak, dan anggota keluarga juga diharapkan dalam pembentukan tumbuh kembang anak agar meningkatnya tumbuh kembang anak dan mencapai indikator keberhasilan anak.

 

“Pada kegiatan ini sangat berharap agar  diselenggarakannya dalam bentuk kemitraan antara keluarga, orang tua, pengasuh anak dan anggota keluarga yang lainnya.

Dengan tenaga profesional di bidang kesehatan, pendidikan dan sosial akan meningkatkan kualitas pertumbuhan anak usia dini dan kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan formal. Indikator keberhasilan pertumbuhan anak tidak hanya meningkatkan status kesehatan dan gizi anak tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak,” ujarnya.

 

Erni berharap anak-anak mendapatkan pelayanan baik untuk melakukan penilaian tumbuh kembang anak agar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan cepat dicegah.

 

“Saya berharap agar semua balita umur 0 sampai 5 tahun dan anak pra sekolah umur 5 sampai 6 tahun mendapatkan orientasi penilaian tumbuh kembang anak melalui pelayanan dan interfensi dini tumbuh kembang agar anak kita tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya,” pungkasnya. (nik)

 

Tinggalkan Balasan