You are currently viewing Kadis Kesehatan Himbau Masyarakat Vaksin Booster

Kadis Kesehatan Himbau Masyarakat Vaksin Booster

Pojokkatanews.com-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, S.K.M., M.Ph., mengajak masyarakat untuk segera mengikuti suntik vaksin booster (ketiga) untuk mengecilkan peluang terjangkitnya sub varian baru Covid-19 Omicron, Kamis (28/6/2022).

 

Adapun sub-varian yang baru dari Covid-19 Omicron adalah BA.4 dan BA.5, hal tersebut dapat dicegah dengan vaksin ketiga.

 

Hendy Wijaya, S.K.M., M.Ph., menghimbau masyarakat untuk segera memperkuat imunitas tubuh dengan suntik vaksin ketiga, mengingat Kabupaten Sambas adalah wilayah perbatasan dengan Negara Malaysia.

 

“Sebagai wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, kita di sini rawan terpapar varian baru tersebut. Untuk itu langkah-langkah preventif perlu dilakukan. Salah satunya dengan menggencarkan vaksin dosis ketiga,” himbaunya.

 

Dirinya mengatakan untuk mendapatkan layanan vaksin covid-19 sangat mudah, saat ini seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Sambas sudah membuka jadwal setiap harinya, bahkan masyarakat dari luar Kabupaten Sambas juga dilayani. Dengan syarat membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

 

“Dipersilahkan kepada masyarakat untuk memperoleh vaksin booster dari Senin sampai Sabtu, terbuka untuk masyarakat di seluruh Puskesmas. Bahkan tidak ada portabilitas, masyarakat dari manapun bisa meminta vaksin di Puskesmas manapun,” kata Hendy.

 

Kepala Dinas Kesehatan  juga mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan imunitas tubuh, agar apapun bentuk varian baru dari covid-19 bisa terus ditangkal, sehingga wabah tersebut akan punah.

 

“Inilah upaya kita untuk mengejar herd immunity (kekebalan komunitas), sehingga varian baru dari Covid-19 ini bisa ditangkal. Kalau kekebalan komunitas sudah terbentuk, maka wabah itu akan mereda dengan sendirinya,” tegasnya.

 

Hendy Wijaya menambahkan, bahwa untuk saat ini capaian vaksin tergolong rendah dengan nilai 10,13 persen, dia optimis Kabupaten Sambas bisa menyelesaikan program vaksinasi massal.

 

“Untuk cakupan booster kita baru 10,13 persen. Ini berkaitan dengan dengan melandainya Covid-19 saat ini, yang kita perkirakan akan menjadi endemi, kemudian kebijakan transportasi juga sudah longgar. Contoh kalau ingin terbang sudah tidak sulit lagi dengan syarat PCR, antigen dan sebagainya,” ujarnya.

 

“Saya optimis Pemerintah Kabupaten Sambas bisa menuntaskan program vaksinasi massal demi meningkatkan kekebalan komunitas. Buktinya, untuk cakupan vaksin dosis pertama sudah 88,95 persen, dan dosis kedua 71,94 persen,” tutup Hendy. (Yud)

 

Tinggalkan Balasan