Pojokkatanews.com- Petani sawit semakin menjerit, harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit tak kunjung naik dan harga pupuk yang tak kunjung turun dinilai tidak imbang untuk perekenomian mereka.
Satu diantara petani sawit di Kecamatan Sebawi, Reza mengatakan harga sawit hingga saat ini tidak stabil, hanya turun naik diharga yang sama.
“Untuk harga TBS sawit di perusahaan PT. Rana Wastu Kencana (RWK) saat ini Rp 1.435,00, kalau dipengepul harganya Rp 1.100,00,” katanya kepada KIM Pojok Kata, Senin (18/7/2022).
dia menjelaskan bahwa harga tersebut tidak bisa menutupi biaya perawatan kebun, apalagi untuk mencukupi biaya kebutuhan hidupnya.
“Kalau bayar upah panen saja masih ada lebihnya, tapi kan tidak mungkin, kita harus melakukan perawatan juga untuk kebun, harga pupuk juga tak kunjung turun, sangat tidak seimbang untuk petani,” jelas Reza.
“Untuk saat ini, kalau orang yang hanya mengharapkan sawit untuk perekonomiannya dapat dipastikan saat ini dia sedang menjerit,” tambahnya.
Reza berharap segala upaya yang saat ini dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas bisa segera membuahkan hasil.
“Saya harap harga sawit bisa cepat naik, karena tidak sedikit orang yang perekonomiannya hanya mengharapkan kebun sawitnya,” harapnya. (Yud)