You are currently viewing Pendamping PKH Desa Batu Makjage Gelar Festival Ngamping di Desa Batu Makjage

Pendamping PKH Desa Batu Makjage Gelar Festival Ngamping di Desa Batu Makjage

Pjokkatanews.com – Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Batu Makjage menyelenggarakan Festival Ngamping bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH Desa Batu Makjage.

 

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Tebas, Babinkamtibmas Tebas, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sambas, Koordinator PKH Kabupaten Sambas, Pj. Kepala Desa Batu Makjage, Ketua BPD Desa Batu Makjage, dan Para pendamping PKH yang ada di Kabupaten Sambas. Selasa (19/07/2022) di Desa Batu Makjage, Kecamatan Tebas.

 

Camat Tebas, Dedi Zulkarnain, S.Sos mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh pendamping PKH Desa Batu Makjage yang mana kegiatan tersebut dapat menyenangkan para penerima manfaat program PKH.

 

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan festival amping, terutama untuk pendamping PKH yang luar biasa. Banyak inovasi yang dilakukan mereka sebagai pendamping dan membuat senang warga yang didampingi. Festival Amping hari ini dilaksanakan atas kerja sama pendamping PKH dengan stakeholder terkait yaitu Desa Batu Makjage,” katanya.

 

Tidak seperti pada umumnya, ngamping yang hanya dilakukan di desa-desa. Pada kesempatan tersebut ngamping di lombakan agar dapat menambah semangat ibu-ibu untuk menginovasikan amping padi.

 

“Amping biasa dilakukan setiap tahunnya tetapi hanya sebatas tradisi biasa di kampung. Kali ini ngamping mulai di kompetisikan agar menambah gairah ibu-ibu untuk berinovasi dan menjaga kelestarian ngamping,” ujarnya.

 

Dedi berharap Festival Ngamping akan dilakukan di Kecamatan Tebas yang di kolaborasikan dengan festival seni dan budaya.

 

“Harapan kedepannya semoga Festival Ngamping ini akan hadir di Kecamatan Tebas seperti halnya yang sudah dilakukan di Desa Piantus, Kecamatan Sejangkung yang dipadukan dengan festival seni dan budaya yang diikuti oleh seluruh desa yang ada di Kabupaten Sambas dan desa yang ada di Kecamatan Tebas pada khususnya mayoritas penduduk bermata pencaharian petani,” Tutupnya.

 

Perwakilan Kadis Dinsos PMD Evan Supardi, S.Sos menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu tradisional Kabupaten Sambas yang harus dilestarikan.

 

“Kegiatan Festival Ngamping ini adalah salah satu budaya tradisional di Kabupaten Sambas, karena kegiatan seperti ini mungkin hanya ada di berapa titik desa yang ada di Kabupaten Sambas,” ucapnya.

 

Ia menuturkan harap agar kegiatan tersebut bisa memberikan motivasi kepada ibu-ibu PKH untuk melestarikan kebudayaan dan dikenal hingga kancah nasional.

 

“Semoga kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan harapan kita dan paling tidak memberikan motivasi kepada kita bersama kepada ibu-ibu untuk membudidayakan kebudayaan kita dengan melakukan ngamping padi. Kedepannya kegiatan seperti ini bisa dikenal paling tidak di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan kalau bisa jadi tingkat nasional,” Pungkasnya. (Nik)

Tinggalkan Balasan