Pojokkatanews.com– Wahana Visi Indonesia mendukung arahan Bupati Sambas untuk mempercepat pembentukan Forum Anak di 19 Kecamatan Kabupaten Sambas demi terwujudnya Kabupaten Sambas Layak Anak, Jum’at (29/72022).
Area Program Manager (AMP) Wahana Visi Indonesia (WVI) Ignatius Anggoro, SE., merasa senang mendapat apresiasi langsung dari Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., atas keberhasilan forum anak dengan bimbingan WVI yang telah menerbitkan buku berjudul Saya Remaja.
“WVI sangat bersyukur bahwa hasil karya anak-anak sangat diapresiasi oleh pak Bupati. Hal tersebut menandakan bahwa Bupati sangat berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Sambas menjadi Kabupaten Layak Anak,” sampainya kepada KIM Pojok Kata, Jum’at (29/7/2022).
Dia mengatakan, saat ini sudah ada dua Kecamatan yang di deklarasikan pada tahun 2020 sebagai Kecamatan menuju Layak Anak dan beberapa desa juga ikut di Deklarasikan.
“Saat ini dari 19 Kecamatan, kecamatan yang mendeklarasikan sebagai Kecamatan Menuju Layak Anak, yaitu Kecamatan Teluk Keramat dan Sajingan Besar. Selain itu sudah ada 9 desa yang deklarasi menuju Desa Layak Anak,” Sebut Ignatius.
Ignatius menjelaskan bahwa Forum Anak merupakan salah satu produk dari Kabupaten, Kecamatan dan Desa Layak Anak. Keberadaan Forum Anak memiliki payung hukum salah satunya dari Peraturan Menteri PPPA No. 12/2015 mengenai Panduan Partisipasi Anak dalam Pembangunan.
“Kita semua perlu memberikan ruang dan kesempatan yang lebih lagi untuk menolong anak-anak kita lebih kreatif dan semakin memiliki peran dalam pembangunan kab. Sambas,” katanya.
“Secara khusus, Forum Anak bisa menjadi mitra pemerintah dalam mensukseskan strategi Kab. Sambas, yaitu Gerbang Kartiasa (Gerakan Pembangunan Karakter Budi Pekerti Anak Sambas),” tambah AMP WVI.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan Karena berbagai pertimbangan, WVI tentu sangat mendukung Pemerintah Daerah untuk membentuk forum anak di 17 kecamatan yang belum memiliki forum anak.
“Dengan Surat Edaran Bupati, WVI sejalan dengan Bupati, bahwa Forum Anak perlu ada di semua Kecamatan, karena merupakan investasi penting untuk mewujudkan Kabupaten Sambas Layak Anak,” ucap Ignatius.
“Sehingga, pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi status Kabupaten Layak Anak Sambas di tingkat Nasional, Bahkan ada inovasi luar biasa dari Dinas P3AP2KB yaitu SiKeran (Saluran Informasi Kekerasan Anak). Namun, faktanya masih saja ada kasus kekerasan anak yang terus terjadi,” sambungnya.
Ignatius menuturkan dengan hadirnya Forum Anak di Kabupaten Sambas tentu akan melatih setiap anak untuk bergerak lebih nyata dengan segala potensi yang ada.
“Kita melihat bahwa di lapangan, perlu gerakan yang lebih cepat, dengan harapan supaya program-program perlindungan anak, lebih konkret sampai tingkat Kecamatan dan Desa,” tuturnya.
“Salah satu pertimbangan saat itu adalah bahwa Raperda Kabupaten Layak Anak masih belum ada. Sehingga, kita perlu terobosan agar kecamatan bisa bergerak dengan payung hukum yang lebih jelas,” pungkas Ignatius. (Yud)