Pojokkatanews.com- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas, Dr. H. Sumar’in, M.S.I mengajak Masyarakat untuk menjunjung tinggi Keberagaman Etnis dan Agama.
Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Sambas dalam acara Lokakarya Penanaman Nilai-nilai Moderasi Beragama oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sambas bekerja sama dengan Kemenag Provinsi Kalbar (Pontianak) dan Dewan Adat Dayak Kabupaten Sambas di Aula Wisma Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kamis (4/8/2022).
Turut hadir dalam kegiatan Lokakarya itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kalbar, Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si., salah satu mentor Moderasi Beragama Kemenag RI selaku pemateri, tokoh agama Islam, Tionghoa, masyarakat adat Dayak, dan lainnya.
H. Sumar’in mengatakan bahwa pelaksanaan rutin kegiatan Moderasi Beragama itu sangat penting mengingat kehidupan di Kabupaten Sambas begitu beragam budaya dan etnis, sehingga sangat berbahaya jika terjadi misskomunikasi antara budaya satu dengan budaya lainnya.
“Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama khususnya bagi masyarakat kabupaten Sambas terutama para tokoh agama dan dewan adat,” katanya.
“Kami juga memandang kegiatan ini sangat bermanfaat karena bagaimanapun kita Kabupaten Sambas sebagai salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia terdiri dari berbagai macam suku dan agama,” lanjut Ketua MUI Kabupaten Sambas.
Dalam penyampaian materi oleh mentor Moderasi Beragama Kemenag RI, peserta kegiatan merasa tersanjung atas pemaparan yang diberikan, sehingga merekapun memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Dalam hal ini adat Dayak dan Melayu yang alhamdulillah cukup berkesan, karena dari materi yang disampaikan bahwa moderasi dianggap sangat penting dalam upaya untuk menjaga keutuhan NKRI,” Ujarnya,
H. Sumar’in menjelaskan bahwa setelah mengikuti kegiatan Moderasi Beragama itu dirinya merasa paham bahwa komunikasi antar agama dan budaya itu sangat penting, dia berharap bahwa masyarakat Kabupaten Sambas bisa terus berhubungan satu sama lain sehingga dapat bersama-sama menjaga kerukunan yang baik.
“Hal ini penting untuk terus kita jaga dan rawat karena moderasi agama merupakan salah satu tema dan isu yang begitu penting dibawah keragaman Indonesia khususnya kabupaten sambas saat ini, mari sama-sama menjaga moderasi beragama dan terus kita kedepankan,” pungkasnya. (Yud)