Pojokkatanews.com- Kepala Puskesmas Tebas, Hardin, S.K.M., M.Sos., menjelaskan dalam Program Kesehatan Jiwa diinovasikan menjadi Maddas (Mandiri Bedaya dan Hidup Sehat) ODGJ harus menjadi perhatian penting untuk semua masyarakat khususnya di Kecamatan Tebas.
Hardin mengatakan hingga saat ini ODGJ yang ada di area Puskesmas Tebas hampir mencapai 100 orang, dari jumlah tersebut tentu masih sangat besar, jadi tim puskesmas sementara memberikan rujukan untuk ODGJ yang tidak memiliki tempat tinggal dan tidur dijalanan.
“Jumlah ODGJ diwilayah Puskesmas Tebas dari 16 Desa ada 80 lebih, jadi yang dijalanan tentukan kita beri perhatian dengan system rujukan yang baik,” katanya kepada KIM Pojok Kata, Jum’at (5/8/2022)
Melalui rapat koordinasi yang diselenggarakan dalam rangka mencapai keberhasilan pembangunan kesehatan yang memerlukan keterpaduan lintas program dan lintas sektor beberapa waktu lalu di Puskesmas Tebas, Hardin menuturkan tentu sudah memberikan himbauan kepada setiap Desa untuk bekerjasama memberikan perhatian kepada ODGJ.
“Sebenarnya dilinsek saya minta kepada seluruh kepada kepala desa atau pemangku kebijakan yang ada dikecamatan tebas, minimal ODGJ itu punya jaminan Kesehatan, punya KK, kalau bisa punya KTP, punya JKN/BPJS, kenapa harus punya JKN/BPJS, tentu proses rujukan dan proses pembiayaan udah jelas,” tuturnya.
“Terkait ODGJ tentu menjadi pertahian kita semua, bukan hanya puskesmas, memang arah pelayanan kita bagaimana memanusiakan manusia menjadi sesuatu yang penting,” tambah Hardin.
Hardin berharap dari beberapa ODGJ yang sudah dianggap sehat oleh Rumah Sakit Jiwa dan diantar pada tempat kediamannya masyarakat harus bisa memberlakukan rasa humanisme terhadap mereka, itu merupakan sebuah upaya agar ODGJ bisa Kembali normal.
“Selama saya di Tebas sudah ada 3 ODGJ dan ada beberapa yang dipulangkan dan dinyatakan sembuh, yang sudah sembuhpun menjadi perhatian kita, harus diawasi obatnya kemudian bagaimana ODGJ yang dinyatakan sembuh oleh RSJ bisa diterima ditengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (Yud)