pojokkatanews.com – Buah melon merupakan salah satu komoditas unggulan desa yang di kembangkan oleh pemuda tani di Desa Parit Kongsi, Kecamatan Selakau yang tergabung di Jaringan Pertanian Nasional (JPN) Kabupaten Sambas.Kamis (11/08/2022)
Saat ini para petani milenial tersebut sedang memasuki masa panen, hal tersebut di ungkapkan oleh Wahyudi Ketua Petani Milenial Desa Parit Kongsi yang juga salah satu anggota JPN
“Untuk saat ini beberapa para petani milenial Desa Parit Kongsi Kecamatan Selakau yang tergabung di Jaringan Pertanian Nasional Kementerian Pertanian sedang memasuki masa panen buah Melon dan ini merupakan masa panen untuk tahap awal,” katanya.
Wahyudi juga menyampaikan pada tahap awal panen buah melon para petani milenial sudah menjual buah melon sebanyak 5 ton.
“Alhamdulillah pada tahap awal ini kami sudah panen dan menjual sebanyak kurang lebih 5 ton. Itu merupakan buah tahap awal yang kami jual, masih ada beberap teman-teman petani Milenial yang lainnya belum panen,” ujar lelaki berusia 26 tahun itu.
Ia juga menuturkan pada saat ini harga jual buah melondi kebun Rp. 9500 per kilonya, namun pada tahun ini buah melon perkembangannya kurang baik, dikarenakan cuaca yang beberapa waktu lalu mengalami panas yang lumayan panjang.
“Untuk harga para agen yang membeli buah ditempat kami satu kilonya sejumlah Rp. 9.500 dikarenakan kendala ditahun ini perkambangan melon kurang baik, karena mengalami cuaca yang panas berkepanjangan ketika masa tanam beberapa bulan yang lalu, tapi Alhamdulillah buah kami masih masuk dalam kualitas yang Grade B,” pungkas Wahyudi.
Di tempat berbeda Ketua Komda JPN Kabupaten Sambas, Juliadi, mengapresiasi para semangatnya petani milenial Desa Parit Kongsi, Kecamatan Selakau yang tergabung di JPN tanggap menangkap peluang demi meningkatkan perekonomian
“Tentu apa yang dilakukan oleh para petani milenial yang tanggap menangkap peluang di sektor pertanian demi meningkatkan perekonomian maka hal itu wajib kita apresiasi dan harus selalu kita motivasi,” apresiasinya.
“Apa yang dilakukan oleh para petani milenial di Kabupaten Sambas sekarang sudah mulai menampakkan pola pikir yang baik, karena tanggap terhadap peluang baik untuk meningkatkan perekonomiannya, dan sebagian besar juga sudah sangat melek terhadap tehnologi, karena petani Milenial sistem jual produknya sudah dengan sistem informasi media sosial,” tambahnya.
Petani milenial tersebut juga telah membuktikan dengan semangat kebersamaan, berhasil mengolah lahan pertanian.
“Petani milenial Desa Parit Kongsi telah membuktikan dengan semangat kebersamaan, awalnya hanya beberapa orang yang bertani dan alhamdulilah sekarang sudah hampir 20 lebih orang Petani Milenialnya yang terjun di sektor pertanian dan sudah berhasil,” ujarnya.
Kabupaten Sambas juga sudah di tetapkan melalui Inpres No. 1 Tahun 2021 untuk mempercepat pembangunan daerah perbatasan dan terdapat 10 lembaga kementerian yang kolaborasi dalam hal tersebut, salah satunya adalah Kementerian Pertanian.
Juliadi berharap Kementerian Pertanian dapat hadir dan membantu petani millenial di Kabupaten Sambas untuk meningkatkan kapasitas dan minset entrepreneur.
“Maka harapan besar kami untuk Kementerian Pertanian bisa hadir dan membantu kami yang tergabung di pertanian terutama petani milenial di Sambas, terutama membantu peningkatan kapasitas para petani milenial. Dengan peningkatan kapasitas tersebut akan memberikan dampak baik buat Petani Milenial terutama memiliki mendset dan jiwa yang tangguh dan mempunyai enterpreneur yang kuat,” pungkasnya. (nik)