You are currently viewing Gelar Lokakarya, MUI Sambas Beberkan Tiga Masalah Umum di Kabupaten Sambas

Gelar Lokakarya, MUI Sambas Beberkan Tiga Masalah Umum di Kabupaten Sambas

Pojokkatanews.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas melaksanakan lokakarya dalam rangka penguatan ulama dan tokoh agama sekaligus peluncuran Aplikasi MUI di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sambas, Kamis (11/8/2022).

Ketua MUI Kabupaten Sambas, Dr. H. Sumar’in, S.E.I. M.S.I., mengatakan bahwa lokakarya yang digelar untuk memonitor permasalahan besar yang ada di Kabupaten Sambas bersama unsur-unsur yang terkait.

“Hari ini, kami melaksanakan workshop dan penguatan Da’i serta ulama se-Kabupaten Sambas dalam rangka menyatukan visi dan mengkaji apa yang menjadi masalah kita di Kabupaten Sambas,” katanya.

Dari pertemuan tersebut, ada tiga permasalahan yang dibahas untuk bisa diminimalisir dampak tersebut dapat mendorong terwujudnya visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sambas.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa memetakan, paling tidak ada tiga masalah utama yang menjadi hal yang harus kita selaraskan untuk bisa mewujudkan Sambas yang berkemajuan,” sebut Ketua MUI Kabupaten Sambas.

“Masalah itu diantaranya, masalah cabul di Kabupaten Sambas yang sangat tinggi, tingginya angka perceraian, dan masalah moral di Kabupaten Sambas yang harus terus kita lakukan sinergitas dengan semua pihak,” tambahnya.

  1. Sumar’in menuturkan bahwa setiap tokoh agama bersama dengan masyarakat harus saling bersinergi untuk meningkatkan generasi beragama.

“Terutama para ulama, da’i serta penyuluh agar bisa bersinergi menyuarakan dan ikut bersama-sama, baik di mimbar, masjid-masjid, tpa-tpa, tarup-tarup dan di masyarakat pada umumnya,” tuturnya.

Dia berharap setelah adanya pelaksanaan lokakarya itu, tiga permasalahan umum yang dihadapi Kabupaten Sambas bisa secepatnya teratasi.

“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kita punya visi yang sama, satu tujuan yang sama untuk bisa mengatasi masalah cabul, perceraian, pekat, dan akhirnya Sambas berkemajuan bisa kita realisasikan di Kabupaten Sambas,” harap Sumar’in. (Yud)

 

Tinggalkan Balasan