pojokkatanews.com – Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Belajar Bersama Politeknik Negeri Ketapang (Politap) dalam Workshop Pembuatan Perangkat Project Based Learning (PBL) yang bertempat di Lingkungan Poltesa pada Kamis (11/08/2022).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Politap beserta rombongan, Direktur Poltesa beserta unsur pimpinan dan para dosen Poltesa sebagai peserta.
Menurut konsepnya model PBL yang ideal adalah berbasis proyek nyata atau bukan simulasi, dan dapat menjadi salah satu indikator kelulusan mata pelajaran terkait.
Direktur Poltesa, Yuliansyah, S.E., M.E., menyampaikan bahwa Kita harus selalu belajar dan jangan minder untuk menyerap ilmu pengetahuan dan pengalaman dari Politap.
“Kita harus selalu belajar, jangan malu untuk belajar dan jangan minder. Kita belajar dengan siapa saja berbagi pengalaman, ada saatnya kita belajar ada saatnya juga kita yang berbagi, tapi dalam PBL ini kita harus banyak belajar dengan Politap, karena Politap sudah lebih dulu menerapkan PBL di kampus, dan sekarang PBL itu sudah berjalan dengan baik di Politap, pengetahuan dan pengalaman dari Politap inilah yang harus kita serap dan kita coba terapkan di kampus Poltesa,” katanya.
Yuliansyah juga menjelaskan bahwa PBL ini bukan barang baru bagi Politeknik, hanya saja perlu dipertajam dan memerlukan dukungan dari kementerian.
“PBL ini sebenarnya bukan barang baru bagi Politeknik, PBL itu sebenarnya sudah kita lakukan, kemudian MBKM ini bukan hal yang baru juga bagi Politeknik. Politeknik itu sudah sejak lama menjalin kerjasama dengan industri, namun sekarang ini lebih dipertajam dan di suport dari Kementerian, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan ini harus bersama-sama kita dukung dan terapkan di kampus agar PBL ini menjadi kekuatan Pendidikan Vokasi,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi para peserta agar secepatnya melaksanakan rancangan PBL di prodi masing-masing.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi kita semua, terutama teman-teman di Jurusan, para Kajur, Kaprodi agar segera tancap gas, merancang PBL di jurusan atau prodi masing-masing, kita jalan dulu, kita coba agar kita tau kendalanya dimana, agar dapat di evaluasi dan harus berani untuk mengeksekusi agar bisa menyusun langkah-langkah selanjutnya,” harap Yuliansyah.
Direktur Poltesa tersebut juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Politeknik Negeri Ketapang bersama rombongan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan Direktur Politap beserta rombongan untuk belajar bersama membagikan pengetahuan dan pengalaman tentang PBL kepada Poltesa, semoga Poltesa dapat segera menyerap dan menerapkan ilmu yang didapat pada kesempatan, untuk kemajuan bersama,” pungkas Yuliansyah.
Direktur Politeknik Negeri Ketapang (Politap), Endang Kusmana mengungkapkan bahwa hubungan dirinya dengan Poltesa sudah terjalin sejak dulu, karena beliau tergabung dalam pendirian kampus Poltesa.
“Bagi saya ini nostalgia, perjalanan Poltesa ini sudah saya ikuti mulai dari Politeknik Terpikat Sambas hingga menjadi Politeknik Negeri Sambas, karena saya tergabung ke dalam Tim pendirian kampus Poltesa dulu,” ungkapnya.
Terkait PBL tersebut ia menuturkan bahwa harus sama-sama belajar, meski Politap lebih dulu mulai menerapkannya.
“kita sama-sama belajar, memang kami yang lebih dulu memulai dan menerapkan dibanding Poltesa, tapi kita tetap sama-sama belajar bareng-bareng terkait PBL ini, bagi saya PBL itu ujian bagi pimpinan, bagaimana pimpinan harus benar-benar komitmen untuk membangun PBL di kampus dengan dukungan seluruh elemen kampus,” tutur Endang.
Lebih lanjut Endang Kusmana menyampaikan bahwa kunci pembangunan PBL di kampus ialah fasilitas yang mendukung.
“Kuncinya dalam membangun PBL di kampus adalah kita memfasilitasi para Kajur, apa yang diperlukan itu kita suport, bisa memberdayakan Teaching Factory yang ada, coba dulu 1 project lalu cari project yang minim biaya, kita coba dan kita evaluasi untuk perbaikan kedepannya,” ujarnya.
Endang Kusmana berujar bahwa jangan sampai ketinggalan dalam program kementerian dan harus segera direspon.
“Ketika ada satu isu atau program dari Kementerian dan kita tidak mencoba menerapkan itu, maka kita akan ketinggalan. Kalau kita responnya tidak cepat, maka kita akan ketinggalan, untuk itu kita harus merespon isu dan program tersebut dengan cepat agar kita tidak ketinggalan,” pungkasnya. (nik)