Pojokkatanews.com- Dr. H. Arnadi, M.Pd., secara resmi telah terpilih sebagai Rektor Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas periode 2022-2026 usai mendapatkan suara terbanyak pada Rapat Senat di ruang Pascasarjana IAIS Sambas, Senin (22/8/2022).
Dari tiga kandidat rektor baru IAIS Sambas Dr. Suriadi dan Dr. H. Karman harus tereliminasi setelah kalah mendapatkan suara terbanyak dari rapat senat, sedangkan Dr. H Arnadi berhasil mendapatkan suara sebanyak 74 persen diatas kandidat lainnya.
Pelaksanaan rapat senat dibuka langsung oleh ketua senat yakni Dr. H. Jami’at Akadol, M.Si., M.H., sekaligus rektor periode sebelumnya.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor IAIS Sambas, Purniadi mengatakan Dr. H. Arnadi terpilih sebagai rektor baru. Pemilihan rektor baru IAIS Sambas telah dilakukan secara adil, sehingga keputusan tidak dapat diganggu bugat.
“Hari ini kami menggelar rapat pemilihan Rektor IAIS Sambas dan terpilih bapak Arnadi dengan perolehan suara 74 persen, rapat senat untuk memberikan pilihan secara demokratis, adil dan jujur,” katanya.
Dia menjelaskan dari 3 calon yang ikut, Dr. Suriadi dan Dr. H. Karman harus mengalami kekalahan yang telak karena hampir seluruh suara dimiliki oleh Dr. H. Arnadi.
“Dari ketiga calon tersebut, melalui rapat senat maka diperoleh 5 suara untuk Dr. Suriadi, 17 suara untuk Dr. Arnadi, dan 1 Suara untuk Dr. Karman sehingga menjadikan Dr. Arnadi sebagai rektor terpilih”, beber Purniadi.
Purniadi menuturkan setelah menggelar rapat senat dan sudah memilih 1 calon rektor IAIS Sambas yang baru, Senat akan melakukan pelantikan yang dilaksanakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Syafiuddin (YAPIS) Sambas.
“Selanjutnya, Senat akan mengirimkan Surat kepada Yayasan untuk melantik Rektor Terpilih IAIS Sambas Periode 2022-2026 yang akan diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus 2022 mendatang,” ujarnya.
Rektor terpilih Dr. H. Arnadi Arkan, M.Pd menyampaikan bahwa niat dari pencalonan beliau sebagai rektor salah satunya ialah berkomitmen untuk menegerikan dan memajukan kampus IAIS Sambas yang mana sekarang juga sudah terdapat pascasarjana dan banyak pilihan program studi.
“Saya punya komitmen karena saya orang Sambas juga, jadi komitmen kita bagaimana untuk memajukan Kabupaten Sambas melalui perguruan tinggi. Alhamdulillah sekarang kampus kita sudah ada pascasarjana dan mempunyai banyak program studi jadi banyak pilihan bagi masyarakat untuk masuk ke perguruan tinggi dengan minat dan keinginan masing-masing,” katanya.
Ia juga menceritakan bahwa pernah memimpin Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Singkawang dan membuka cabang kampus di Sekura, Kecamatan Teluk Keramat dengan tujuan memotivasi masyarakat Kabupaten Sambas agar bisa kuliah dan tidak perlu jauh-jauh menyebrang pulau untuk menempuh pendidikan Sarjana.
“Saya pernah memimpin perguruan tinggi di STIT Singkawang, sewaktu saya di STIT Singkawang saya buka di Sekura dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang Sambas untuk kuliah bagi yang tidak bisa atau tidak sempat ke Pontianak atau ke pulau jawa, sehingga kesempatan untuk sarjana itu besar. Alhamdulillah pada saat di buka STIT di Sekura, guru agama yang lebih banyak sarjananya sehingga banyak guru agama yang menjadi kepala sekolah, karena salah satu persyaratan kepala sekolah adalah sarjana,” ujarnya.
Rektor terpilih yang akan dilantik pada (31/8/2022) mendatang menuturkan tugasnya sebagai rektor kelak ialah menciptakan suasana kampus yang lebih Islami dan setiap fakultas dengan perannya masing-masing.
“Tugas saya sebagai rektor nantinya di IAIS Sambas, bagaimana menciptakan suasana kampus yang benar-benar akademisi, karena kita kampus Islam ya benar-benar Islami. Dari fakultas dakwah nantinya berperan di dakwahnya, tarbiyah berperan di pendidikannya, hukum berperan di hukumnya, dan fakultas ekonomi berperan di ekonominya. Mudah-mudahan kita semua untuk kampus menjadi lebih baik dapat terwujud,” tuturnya.
Arnadi juga mengungkapkan visi misi utamanya sewaktu mencalonkan diri sebagai rektor ialah berkomitmen mengaeal dan mewujudkan penegerian kampus IAIS Sambas. Karena dengan berpindahnya status kampus menjadi negeri, akan semakin mudah untuk memajukan kampus dan meningkatkan kualitas baik dari segi fasilitas pembangunan maupun tenaga pendidik.
“Visi misi saya yang paling utama adalah untuk dan harus penegerian, karena memang kalau kampus IAIS Sambas menjadi negeri lebih banyak yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah pembiayaan kita akan lebih terakomodasi, karena kalau sudah negeri dijamin oleh pemerintah. Kalau dari segi fasilitas pembangunan gedung kampus bisa bertingkat dan lebih memadai, dosen-dosen lebih banyak dan lebih berkualitas. Penerimaan mahasiswa baru juga nantinya mungkin akan melalui proses penyaringan tidak lagi proses penjaringan seperti sekarang,” ungkapnya.
Arnadi mengatakan bahwa akan menggabungkan kampus bersama masyarakat dalam artian, kampus lebih banyak berperan dalam masyarakat bukan hanya melalui PKM saja, namun diharapkan program-program dari ormas bisa disinergikan agar lebih membaur kepada masyarakat.
“Visi saya yang kedua itu ingin menggabungkan kampus dan masyarakat yang artinya kampus kita ini kan kampus Islam jadi kalau hari jumat kita bisa mengadakan Safari Jumat. Kemudian ada program Sajadah Fajar yang membuat kita harus terlibat bersama masyarakat karena kampus kita merupakan kampus Islam yang harus memberikan nuansa keislaman kepada masyarakat Kabupaten Sambas dan kita juga harus bersinergi dengan semua elemen masyarakat yang ada termasuk ormas-ormas,” katanya.
Ia berharap kampus yang kerap dijuluki mahasiswa dengan kata IAIS Pujaan segera menjadi negeri dan dapat meningkatkan kualitas SDM yang tergabung di dalamnya.
“Harapan kita semua mudah-mudahan IAIS Sambas kedepannya menjadi negeri dan dengan jadinya kampus kita negeri bisa lebih banyak berbuat, akan lebih cepat meningkatkan kualitas, cepat menambah jumlah mahasiswa, karena mahasiswa kita sekarang alhamdulillah bukan hanya orang Sambas tetapi juga sudah ada yang dari luar Sambas bahkan luar pulau,”
“Mudah-mudahan kedepan IAIS Sambas menjadi kampus idaman dan idola masyarakat Kalimantan Barat khususnya masyarakat Kabupaten Sambas, tidak lagi semua harus mengacu kepada kampus di Pontianak tetapi juga ke Sambas. Jadi kita bangga menjadi mahasiswa dan alumni dari IAIS Sambas, karena kampusnya dapat dibanggakan,” Pungkasnya. (Yud/Nik)