Pojokkatanews.Com – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia menyelenggarakan seminar sosialisasi perbatasan dalam rangka menambah wawasan kebangsaan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi di kawasanvperbatasan yang bertempat di Aula Wisma Indonesia Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk. Rabu (31/8/2022).
Kepala PLBN Aruk, Purwoto mengatakan bahwa selain untuk mensosialisasikan daerah perbatasan, kegiatan tersebut juga untuk memeriahkan HUT RI ke-77 tahun dan HUT BNPP. Pihaknya selalu terbuka untuk siapapun yang ingin berkolaborasi BNPP.
“Seminar ini kami laksanakan merupakan rangkaian dari memeriahkan HUT RI ke-77 tahun dan HUT Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang kebetulan jatuh pada tanggal 17 September, maka dari itu kami memulai kegiatan di perbatasan mulai pada 17 Agustus yang diisi dengan 17 jenis kegiatan hingga diakhiri pada17 September 2022. Saya selalu welcome terhadap siapapun yang bisa kita kolaborasikan tentu PLBN akan sangat mendukung,” katanya.
Purwoto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa di kawasan perbatasan dengan seminar yang di dalamnya terdapat materi empat pilar kebangsaan.
“Kegiatan ini kami laksanakan tentu menambahkan wawasan kebangsaan kepada pemuda khususnya di wilayah perbatasan. Kita ingin pemuda itu wawasannya bertambah terkait dengan empat pilar, nasionalisme, bela negara, dan kami menginginkan peran dari pemuda terhadap pembangunan di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Purwoto menuturkan bahwa kegiatan tersebut memang menyasar pemuda-pemudi kawasan perbatasan dikarenakan mereka adalah ujung tombak untuk membantu stakeholder terkait menjaga perbatasan dengan ilmu yang diberikan juga mumpuni.
“Pemuda itu sebagaimana kita ketahui jiwa idealisnya masih tinggi, saya ingin menanamkan pondasi yang harus pemuda kita berikan knowledge terkait dengan wawasan kebangsaan supaya kedepannya menjadi pemuda yang kreatif dan inovatif. Kalau kita startnya dari umur yang sudah lanjut akan sulit untuk melakukan kreasi ataupun kreativitasnya lebih rendah,” katanya
Sementara Abelnus selaku Ketua Karang Taruna Sajingan Besar menyatakan kegiatan yang dirancang bersama ini berawal dari kekhawatiran terhadap anak muda sekarang yang sudah keluar dari rel atau jiwa anak muda sesungguhnya.
“Saya prihatin dengan anak muda sekarang dulu kalau diajak gotong royong atau rapat di desa sekarang sangat susah karena lebih asik main hp ataupun menonton band,” ucapnya.
Lebih lanjut Albenus mengatakan sudah seharunya mengembalikan anak muda ke habitat yang sesungguhnya sebagai generasi penggerak untuk berinovasi demi kemajuan yang ada di sambas khususnya Kecamatan Sajingan Besar.
“Kegiatan ini juga untuk mendorong agar anak muda yang ada di perbatasan untuk menyadari bahwa indonesia itu luas dengan suku, agama dan lembaga beragam. Sehingga sebagai anak muda kita suka tidak suka harus mencari pengetahuan sampai keluar kalau sudah mapan ilmu di luar, kembali ke daerah masing masing membawa perubahan dan membangun daerah,” kata Abelnus.
Abelnus mengatakan ini langkah awal untuk membawa perubahan dan akan mengadakan kegiatan nasional lagi pada bulan September.
“Saya berharap bahwa kegiatan yang diadakanya dapat memotivasi anak muda sebagai generasi penggerak, inovasi dan kreativitas sesuai keunggulan kita di Kabupaten Sambas dibidang pertanian dan perikanan untak Sambas berkemajuan,” Pungkasnya (nik/Ira)