pojokkatanews.com – DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Sambas menggelar Seminar Radikalisme yang mengusung tema Sinergitas Pencegahan Masuknya Paham Radikal dan Intoleransi di Kabupaten Sambas. Senin (5/9/2022) di Aula Utama Kantor Bupati Sambas pada
Dalam sambutannya Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi, S.I.P., M.H.Sc menyampaikan bahwa radikal selalu stigmakan kepada hal-hal negatif, padahal radikal bisa saja dipandang dari sisi kiri, menengah bahkan hingga kanan.
“Hari ini untuk jargon dan momenklatur selalu diarahkan kepada hal-hal kiri atau negatif padahal radikal ini bisa juga untuk kanan maupun tengah, di sini lah (kegiatan seminar) kita buka mindset kita terhadap paham radikal itu sebagai apa,” ujarnya.
Rofi menuturkan bahwa menangkal Radikalisme adalah salah satu tugas umat Islam terlebih di Kabupaten Sambas mayoritas populasi penduduknya rata-rata adalah umat Islam dan hal itu harus ditangkal melalui sektor Pemerintah Daerah, Pendidikan, Organisasi Masyarakat dan Kepemudaan.
“Sambas merupakan kabupaten terbesar kedua dengan populasi penduduk di Kalimantan Barat dan mayoritas penduduknya adalah umat Islam. Akhir-akhir ini kita tahu tantangan umat Islam yang beredar adalah bagaimana kita harus menangkal perspektif Islam agama yang radikal dan mengatasi paham-paham radikal itu berbagai macam sektor yang bisa saja ditingkat Pendidikan, Pemda, Ormas, Ulama dan segala macam segmen lainnya,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui bersama arus informasi saat ini dapat beredar secara kilat terlebih di media sosial, Wabup berpesan untuk jangan cepat menduga jika salah atau benar suatu informasi yang disampaikan jika belum dikaji atau mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya.
“Hari ini kita tahu teknologi luar biasa dan arus informasi sangat luar biasa dan cepat. Ada fenomena menarik yang mungkin bisa kita jadi bahan pemikiran kita bersama dalam mengkaji sesuatu. Karena yang saya lihat pada hari ini jika ada sebuah berita muncul langsung dihakimi bahwa itu benar atau itu salah dan ada yang unik yang terjadi di dunia saat ini yaitu fenomena post-truth atau pasca kebenaran. Sehingga tanpa kita sadari sudah terjadi diberbagai sendi kehidupan kita,” pungkas Wabup.
Sementara Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Sambas, Romi, S.Pd.I., mengatakan bahwa Seminar Radikalisme tersebut digelae dalam rangka milad BKPRMI yang ke 45 tahun
“Dalam rangka milad BKPRMI ke 45, kami mengadakan Seminar Radikalisme untuk mencegah Radikalisme di Kabupaten Sambas. Tentunya kami dari DPD BKPRMI Kabupaten Sambas mengucapkan terima kasih yang telah mensuppoort kegiatan pada hari ini,” katanya.
Meski baru satu tahun lebih dilantik, Romi menuturkan belakangan aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan yang memang bertujuan untuk kepentingan umat dan kepentingan bersama.
“Jika dilihat dari usia dan angka tentu BKPRMI ini sudah cukup tua, namun semangat dari BKPRMI untuk melaksanakan kegiatan ini yang merupakan memperjuangkan kepentingan umat dan kepentingan bersama dapat terlaksana. Dalam hal ini tentunya kegiatan-kegiatan BKPRMI cukup banyak juga terlaksana, sebelumnya kami sudah melaksanakan pelantikan kecamatan yang ke-15 dan wisuda santri,” tuturnya.
Ia harap ditahun yang akan datang anggaran untuk BKPRMI dapat ditingkatkan mengingat kegiatan yang dilakukan cukup banyak dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas maupun dewan-dewan juga memberikan dukungan terhadap BKPRMI Kabupaten Sambas.
“Kami harap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas beserta jajarannya untuk selalu mensuppoort kegiatan BKPRMI Kabupaten Sambas dan melihat kegiatan BKPRMI yang cukup banyak semoga anggarannya yang didapatkan dua tahun sekali dapat ditingkatkan,” harap Romi. (nik)