Pojokkatanews.com – Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Muare Ulakan/ PDAM Kabupaten Sambas, Arpandi, SP menyampaikan kuota kebutuhan air di Kabupaten Sambas ini sangat besar, baik itu dari sisi kebutuhan irigasi kebutuhan air minum dan air bersih.
“Kami di PDAM Kabupaten Sambas ini mengambil subsektor perpipaan perkotaan yang mengambil kuota air perpipaan perkotaan yang dialirkan melalui instalasi pengolahan air, yang kemudian disalurkan kepada pelanggan,”ujarnya. Jumat (30/9/2022).
Arpandi juga menyampaikan, bahwa pada saat ini dengan program-program yang diluncurkan oleh Bapak Bupati Sambas H. Satono dan wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi dengan program unggulan Pasminumas, hal ini memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan PDAM atau Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan sambas.
“Secara khusus dengan program DAK maupu DAU perluasan jaringan dan penambahan sambungan rumah baru dengan program berbasis MBR, kami amati dalam proses berjalan di dua tahun terakhir ini 2021-2022, penambahan sambungan baru PDAM ini kurang lebih 800- sampai 1000 meter lebih setiap tahunnya sehingga capaianya kalau dimulai dari sejak saya masuk 2020 itu 9.000-an sambungan rumah sekarang sudah mencapai 11.299 per Agustus 2022 artinya peningkatannya cukup signifikan,” ucapnya.
Arpandi menjelaskan, kedepannya pihaknya akan mengevaluasi kembali nanti di akhir tahun 2022. Dia juga menyampaikan bahwa akan ada penambahan paling tidak 1000 lebih sambungan baru, baik melalui program MBR atau reguler dari PDAM sendiri.
“Hingga kalau kita evaluasi dari tahun ke tahun peningkatan cakupan layanan PDAM itu semakin meningkat kalau di tahun 2020 ketika saya masuk itu 9,69%, sekarang sudah masuk di angka 11,17% di tahun 2021 dan di tahun 2022 ini semakin meningkat paling tidak di angka 12 atau 13% paling tidak seperti itu,” ucapnya.
Dia mengatakan, sumber air baku untuk Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Muare Ulakan ini diambil dari enam wilayah di kabupaten Sambas.
“Kalau sumber air untuk PDAM ini khususnya kita ambil dari air permukaan sumber dari sungai dan danau serta air gunung, dengan enam wilayah utama yaitu yang pertama dari gayung bersambut sumber airnya Sungai gayung bersambut kemudian pemangkat itu bersumber dari sungai pelanjau, kemudian semparuk, tebas dan sebawi itu bersumber dari Danau Sebedang dan untuk Sambas sendiri itu bersumber dari Sungai Sambas besar dan Riam pencarik Sajingan. Kemudian di daerah Sekura dan daerah Sajingan sendiri itu bersumber dari air sungai pedade dan air sajingan,” ungkapnya
Dia juga menuturkan, untuk kuota air di Kabupaten Sambas cukup besar sebenarnya untuk air baku, akan tetapi terdapat kekurangan dan kelemahan terkait dengan Instalasi Pengolahan (IPA) dan jaringan ini masih sangat terbatas dan belum merata.
“Selain pipanisasi utama berumur tua, IPA atau Instalasi Pengolahan yang juga sudah cukup berumur tua, sudah berumur sekitar 30-40 tahun. Dari Kondisi ini program peremajaan pipa dan Penambahan dan Rehab IPA menjadi prioritas, pengembangan jaringan kedepan juga menjadi program utama bagi kita untuk kita laksanakan, selanjutnya kualitas air pelanggan, kapasitas, kontinuitas dan keterjangkauan juga menjadi tantangan untuk meningkatkan cakupan layanan,” tuturnya.
Lanjut dijelaskan, kalau terkait krisis air dalam konteks kebutuhan air bersih bisa saja terjadi, jika tidak memanajemen dan pengelolaan sumber air baku dengan baik.
“Artinya sumber air baku bersumber dari air sungai atau danau dengan perusakan dan pencemaran lingkungan di situ ini yang kemudian kita khawatirkan, ini yang dimaksud salah satu bentuk krisis air tadi, tapi kalau kemudian pengolahan itu dilakukan secara baik secara optimal melalui instalasi yang baik pula maka untuk memenuhi kuota kebutuhan akan tertutup,” jelasnya.
Kedepan Arpandi berharap ,perlu dukungan dari pemerintah daerah baik itu Kabupaten, Provinsi sampai ke Pusat terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana air bersih ini menjadi harapan kami dari Perumda Trita Muara Ulakan Sambas.
“Dalam bentuk instalasi pengolahan (IPA) kemudian dalam bentuk jaringan dan dalam hal pembinaan dan bimbingan-bimbingan teknis, ini yang kemudian kita butuhkan,” ujarnya.
“Sehingga ke depan pengolahan dan pelayanan kita akan semakin baik, SDM kita semakin berkualitas sehingga air yang kita hasilkan juga akan semakin memenuhi aspek kualitas, kuantitas dan kontiyuitasnya,” jelasnya.
Selain itu juga, Arpandi berharap ke depan ada investasi-investasi dari pihak-pihak lain selain dari pemerintah untuk bisa bekerja sama dengan kita semua sehingga ini bisa bermanfaat lebih besar untuk masyarakat dan daerah khususnya dalam peningkatan PAD.”ujarnya
Arpandi juga menyampaikan untuk kapasitas air baku untuk air bersih di Kabupaten Sambas dalam posisi mencukupi.
“Akan tetapi untuk jangka waktu satu sampai dua tahun ke depan ini kita harus ada antisipasi dalam proses pengelolaannya, jangan sampai kemudian lima sampai 10 tahun ke depan itu menjadi krisis jika kita tidak kelola dengan baik potensi yang ada,” jelasnya. (Run).