PojokKatanews.com- Bupati Sambas H.Satono menyampaikan sambutan serta apresiasinya atas telah diwisuda nya 22 Mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Kabupaten Sambas, angkatan ke 15 tahun akademik 2021-2022.
Bupati Satono yang juga ketua ADI mengatakan, umat islam memegang peran penting atas kemajuan daerah terutama Kabupaten Sambas.
“Selalu saya sampaikan dalam berbagai acara baik itu resmi ataupun kemasyarakatan, Sambas merupakan gudangnya umat Islam karena populasi umat Islam dari total penduduk berjumlah 80 persen, majunya generasi Kalbar sangat ditentukan oleh Kabupaten Sambas,” ungkap Bupati.
Islam kata Satono mengajarkan bagaimana seseorang untuk selalu menjadi insan yang bermanfaat, menyampaikan dakwah kepada umat.
“Karena 86 persen Kabupaten Sambas dihuni oleh umat Islam dan Islam mengajarkan hidup mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, artinya seluruh kehidupan sudah diatur oleh islam diatur oleh Allah SWT,” jelasnya.
Sebab itu kata Bupati, apapun profesi seseorang, mulai dari orang biasa sampai pejabat dan lain lain, maka hidupnya sebagai seorang muslim haruslah dimanifestasikan dalam bentuk dakwah.
“ADI Kabupaten Sambas berdiri sejak 2007 hingga sekarang, ini merupakan lembaga yang menitikberatkan kepada bagaimana lahir generasi da’i yang soleh dan soleha, lahir calon kepala rumah tangga dan ibu rumah tangga yang menjalankan kehidupan islami,” paparnya.
Ini disebabkan embrio generasi beriman dan bertaqwa itu bermula dari embrio calon kepala dan ibu rumah tangga yang soleh dan soleha.
Bupati Satono juga mengatakan, tidak semua orang mau kuliah dakwah, orientasi umat manusia di seluruh dunia tidak bisa menyeimbangkan kehidupan duniawi dan ukhrawi.
“Saya bangga kepada bapak ibu yang mau menguliahkan anaknya di ADI Sambas, ini adalah para sarjana dunia dan akhirat. Yakinlah jangan ragu dan takut menyekolahkan anak cucunya di lembaga sekolah agama, InshaAllah akan menyeimbangkan kehidupan kita duniawi dan ukhrawi,” tutur Bupati.
Pentingnya untuk mendidik anak dan generasi penerus di sekolah dan lembaga Islam kata Bupati, adalah untuk kebaikan umat muslim itu sendiri di masa mendatang.
“Saya khawatir lima tahun sepuluh tahun kedepan sambas akan krisis ulama, dai, lebai, suatu hari terjadi ketika ada yang meninggal tidak ada yang bisa memandikan, tidak ada yang bisa memfardukifayahkan, tidak ada yang bisa mensholatkan jenazah,” ucapnya.
“Adi tidak mengedepankan jumlah sarjana yang ribuan tapi bertujuan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu ikut serta membangun daerah Sambas yang kuat dan berkemajuan,” tutup Bupati Satono.