You are currently viewing Backpaker Asal Aceh Kagumi Sambas

Backpaker Asal Aceh Kagumi Sambas

Pojokkatanews.com – Backpacker asal Aceh, Ipan mengunjungi Kota Sambas Kabupaten Sambas dalam rute Jelajah Nusantara mengelilingi Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Rabu (12/10/2022)

 

Ipan (45) backpaker asal Aceh merupakan pria yang sudah menyukai dunia petualangan sejak remaja. Dia sampai di Kabupaten Sambas pada Senin 10 Oktober 2022 setelah berangkst dari Kota Singkawang.

 

“Destinasi pertama saya di Sambas adalah ke Desa Wisata Pantai Temajuk. Saya singgah di Kabupaten Sambas dalam rangka mengekspose Kalbar khususnya di Sambas,” ucapnya.

 

Di Sambas Ipan juga mengunjungi Istana Al-Watzikhoebillah Kesultanan Sambas. Dengan berbekal tenda, ia menginap satu malam di halaman istana. Selain itu, ia bercengkrama dengan mahasiswa pegiat alam di Politeknik Negeri Sambas.

 

“Kemudian satu malam setelah dari Istana saya ke Poltesa untuk bertemu dan berdiskusi dengan mahasiswa pegiat alam di sana,” ujarnya.

 

Selama tiga hari dua malam di Sambas, Ipan mengaku banyak menemukan keindahan alam. Di samping itu, Ipan kagum dengan hal-hal baik serta orang-orang baik yang ia temui.

 

“Tidak cuma keindahan alam yang dijumpai tetapi menemukan hal-hal baik dan orang-orang baik. Indonesia dipenuhi orang-orang baik selama di perjalanan,” katanya.

 

Kalimantan Barat merupakan provinsi ke 20 destinasi yang dikunjungi Ipan. Dia mengatakan perjalanan jelajah Nusantara sudah berlangsung hampir setengah tahun. Dia bertekad untuk sampai finish di titik nol Marauke.

 

“Perjalananan dari start Kota Sabang sampai di Kalbar ini enam bulan. Destinasi selanjutnya setelah di Sambas ini kan ke Bengkayang, Sintang dan Kapuas Hulu. Selanjutnya ke provinsi terdekat dengan Kalbar, yakni Kalteng,” katanya.

 

Ipan mengaku biaya perjalanan jelajah Nusantara itu murni dari ongkos pribadi tanpa ada support sponsor. Jikalau kehabisan biaya di perjalanan kata Ipan dirinya bekerja atau berjualan untuk biaya melanjutkan perjalanan.

 

“Biaya sendiri tanpa biaya sponsor, kalau kehabisan biaya di jalan saya berjualan, dengan bekerja di bengkel, jual aksesoris. Untuk menghemat saya menumpang truk, tidur di tenda. Saya membawa perlengkapan tenda, tas keril, alat komunikasi, alat gunung full set,” tutupnya. (Run).

 

Tinggalkan Balasan