You are currently viewing Cuaca Ekstrem, Kepala BPBD Ingatkan Masyarakat Sambas Bersiaga

Cuaca Ekstrem, Kepala BPBD Ingatkan Masyarakat Sambas Bersiaga

Pojokkatanews.com- Kepala Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD), Marjuni mengingatkan masyarakat Kabupaten Sambas untuk waspada terhadap cuaca ekstrim, Rabu (12/10/2022).

 

Dia mengatakan bahwa masyarakat saat ini harus berupaya mengantisipasi dampak yang akan muncul akibat cuaca yang tidak stabil, hal itu merupakan bentuk upaya masyarakat untuk mecegah hal-hal yang tidak diinginkan.

 

“Memperhatikan kondisi cuaca yang akhir-akhir ini semakin meningkat dengan intensitas dan frekuensi curah hujan yang tinggi disertai terjadinya cuaca ekstrem di berbagai wilayah,” katanya.

 

Marjuni menjelaskan bahwa berdasarkan informasi tematik dari BMKG yang memperkirakan permulaan musim hujan tahun 2022-2023 terjadi Bulan September 2022 hingga puncaknya Januari 2023.

 

“Maka upaya mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan akibat ancaman bahaya banjir puting beliung dan tanah longsor perlu dilakukan sesuai dengan surat Bupati Sambas perihal peringatan dini dan kesiapsiagaan mengahadapi musim penghujan,” jelasnya.

 

Dirinya menyebutkan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan mitigasi dan kesiagaan terhadap ancaman bahaya banjir serta puting beliung dan tanah longsor di wilayah masing-masing, misalnya mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh perangkat desa dan stakeholder terkait.

 

Mempersiapkan sarana dan prasarana peralatan personil pencarian evakuasi, penyelamatan, obat-obatan dan kesiapan Puskesmas posyandu disetiap wilayah.

 

“Melakukan pemeriksaan pembersihan dan perbaikan terhadap sarana dan prasarana untuk mencegah terjadinya banjir seperti saluran air pompa tanggul-tanggul kritis pintu air dan lainnya,” sebut Marjuni.

 

Dia juga menghimbau untuk segera membentuk dan mengaktifkan kelompok masyarakat Desa Peduli abencana sebagai bentuk kesiapan memasuki cuaca ekstrem.

 

“Mewaspadai dan memetakan wilayah-wilayah yang diperkirakan memiliki risiko rawan bencana banjir puting beliung di antara longsor. Melakukan penyuluhan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang upaya yang harus dilakukan sebelum dan saat terjadi bencana banjir puting beliung dan tanah longsor,” pungkasnya. (Yud)

Tinggalkan Balasan