You are currently viewing Kartu Tani Ditunda, Petani Diharapakan Gunakan Dahulu Pupuk Organik

Kartu Tani Ditunda, Petani Diharapakan Gunakan Dahulu Pupuk Organik

Pojokkatanews.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas Mursanif mengatakan selama penundaan penerapan kartu tani hingga januari 2022 untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, maka untuk sementara waktu petani diharapkan mengunakan pupuk alternatif jenis organik.

“Penundaan penerapan kartu Tani untuk menyalurkan pupuk bersubsidi hingga Januari 2023, dikarenakan kouta subsidi ini terbatas sedangkan pupuk non subsidi harganya tinggi, petani kita diharapkan dapat mencari alternatif lain dengan menggunakan pupuk pupuk jenis organik untuk kebutuhan pemupukan tanaman padinya,” katanya.

Penundaan penerapan kartu tani untuk penyaluran pupuk bersubsidi tersebut dikarenakan kendala yang menjadi permasalahan saat di lapangan.

“Kebijakan kartu tani untuk penyaluran pupuk bersubsidi ini ditunda sampai 1 Januari tahun 2023, hal ini disebabkan bahwa dalam penerapan kartu tani masih ditemukan kendala-kendala di antaranya perangkat keras maupun lunaknya belum siap ksrens yang bertanggung jawab untuk menyiapkan pangkat lunak dan keras tersebut adalah pihak bank tersebut Bank BRI,” ucapnya.

“Kendala selanjutnya itu banyak kartu tani yang belum tercetak kepada petani, kemudian belum seluruhnya setiap pengencer mengalokasikan mesin TDC kemudian, terkait jaringan juga belum siap, sehingga kita harapkan dalam tenggang waktu Oktober sampai Januari ini dapat menangani masalah-masalah tersebut terlebih pihak Bank BRI,” sambungnya.

Lanjut Mursanif menyampaikan, dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas telah menjalin komunikasi yang baik dengan pihak Bank dalam penanganan masalah tersebut.

“Kita dari dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Sambas selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan baik dengan pihak bank, dengan kebijakan ini ditunda maka penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani kembali pada metode awal,” ujarnya.

Dia menyampaikan, untuk kouta pupuk di Kabupaten Sambas sangat terbatas hanya mencapai 33 persen dari jumlah yang diajukan tersebut.

“Kota pupuk bersubsidi yang dialokasikan untuk Sambas ini memang dialokasikan terbatas berdasarkan data yang ada kota hanya mencapai 33 persen dari usulan yang ada di rdddkk sehingga dengan kuota terbatas ini petani dapat memanfaatkannya seoptimal mungkin untuk keperluan usaha taninya,” tutupnya. (Run)

 

Tinggalkan Balasan