pojokkatanews.com – Ketua TP PKK Kabupaten Sambas menghadiri sosialisasi Wajib Belajar 12 Tahun di Gedung PGRI Sekura, Kecamatan Teluk Keramat pada Selasa (22/11/2022).
Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj. Yunisa Satono, S.Pd., mengatakan sejak dilantik setahun yang lalu sudah menjalankan berbagai program kerja TP PKK Kabupaten Sambas yang disandingkan dengan visi misi Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas salah satunya pelayanan pendidikan.
“Semenjak kami (TP PKK Kabupaten Sambas) dilantik sudah melaksanakan beberapa program visi misi Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas yang berkaitan dengan 10 dasar pokok program PKK, salah satunya adalah seperti hari ini di Pokja 2 yaitu meningkatkan pendidikan yang ada di Kabupaten Sambas,” katanya.
Salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di Kabupaten Sambas ialah dengan mensosialisasikan Wajib Belajar 12 Tahun.
“TP PKK Kabupaten Sambas juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang ada di Kabupaten Sambas salah satunya pada hari ini melakukan Sosialisasi Wajib Belajar 12 Tahun,” ujarnya.
Setelah mensosialisasikan Wajib Belajar 12 Tahun, ia juga memberikan beasiswa kepada pelajar di Teluk Keramat yang kurang mampu sejumlah 250 orang yang terdiri dari pelajar SD dan pelajar SMP.
“TP PKK Kabupaten Sambas juga bekerja sama dengan Pemda Sambas memberikan beasiswa kepada 250 siswa-siswi yang terdiri dari pelajar SD dan SMP di Kecamatan Teluk Keramat yang akan mendapatkan beasiswa per orangnya akan disubsidi 100 ribu rupiah per bulan dalam jangka waktu satu tahun,” terangnya.
Beasiswa sinergi TP PKK Kabupaten Sambas bersama Pemda Sambas hadir di Kecamatan Teluk Keramat untuk menekan angka putus sekolah yang ada di Kabupaten Sambas.
“Kecamatan Teluk Keramat juga merupakan kecamatan yang secara perdana launching beasiswa yang diberikan oleh Pemda Sambas, yang diberikan nama Beasiswa Lawan Putus Sekolah,” tuturnya.
Pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab dari tingginya angka putus sekolah, Pemda Sambas berupaya menyelamatkan generasi penerus bangsa agar tidak lagi putus sekolah dengan memberikan bantuan beasiswa.
“Meski putusnya anak sekolah disebabkan oleh banyak faktor apalagi setelah Pandemi Covid-19, kalau dilihat dari data itu sangat signifikan sekali. Maka dari itu tidak salah jika Pemda Sambas melaksanakan salah satu upaya bagaimana anak-anak kita agar tidak putus sekolah. Saya juga meminta kepada pihak sekolah untuk anak-anak kita itu sekolahnya harus tetap berlanjut,” pungkas Yunisa. (nik)