Pojokkatanews.com – Beberapa warga mengeluhkan sikap kontraktor yang mengerjakan perbaikan Jalan Ahmad Sood Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas.
Pasalnya beberapa bangunan jembatan dan lainnya yang berada disekitar milik warga banyak yang dirobohkan dan tidak dikembalikan seperti semula.
Hal itu disampaikan oleh salah satu warga yang berada di sekitar jalan tersebut, Wan Basir Alkadri mengatakan, dirinya mempertanyakan dari pihak kontraktor atas bangunan yang telah dirobohkan.
“Kita mempertanyakan tanggungjawab dari pihak kontraktor yang dulu katanya setelah selesai melakukan pembangunan jalan ini, bangunan kami yang dirobohkan akan diganti seperti semula,” katanya Selasa (29/11/2022).
Hal tersebut kata dia merupakan janji yang diucapkan oleh pihak kontraktor, mereka bahkan dijanjikan untuk dipasang kembali.
“Dulu dari pihak kontraktor yang mengatakan bahwa ketika selama proses pembangunan ini bangunan atau plang milik dari warga akan dipasang kembali seperti semula, ibaratnya bisa dikatakan ganti rugi jika tidak dikembalikan semula,” ujarnya.
“Maka dari itu kami mempertanyakan tanggungjawab dari mereka yang dulunya mengatakan seperti itu, bukan ini kita buat kata atau mengarang, karna hal ini jelas seperti apa yang telah disampaikan olehnya,” tambahnya.
Lanjut dia menyampaikan, beberapa jembatan milik warga dirusak untuk mempermudah proses pengerjaan pembangunan jalan, tapi tidak dikembalikan seperti semula.
“Jembatan kami dirobohkan untuk mempermudah proses pengerjaan pembangunan jalan tersebut dan plang dari usaha kami juga dicabut, yang saat itu juga dari pihak kontruksi menyampaikan akan dikembalikan seperti semula, namun kenyataannya setelah jalan ini rampung malah tidak ada tanda-tanda dari pihak-pihak kontruksi untuk melakukan apa yang disampaikannya kepada kami,” tekannya.
Dia berharap, pihak kontraktor segera menepati janji yang telah diucapkan kepada kepada mereka.
“Kita berharap tanggungjawab dari pihak kontruksi yang katanya akan mengganti seperti semula bangunan jembatan atau pun plang usaha yang telah dirobohkan,” jelasnya.
“Tapi kami juga ingin menyampaikan terimakasih kepada Pemda Sambas yang telah membangun memperbaiki jalan ini sehingga semakin lebar dan mulus, akses semakin mudah dan jalan tidak rusak berdebu seperti dulu, hanya kontraktornya saja ini yang kami permasalahkan,” pungkasnya.
Sementara itu, satu diantara warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan, pihak kontraktor telah menyampaikan bahwa akan mengganti bangunan yang dirobohkan.
“Kami juga seperti beberapa masyarakat yang disekitar ini telah dijanjikan akan diganti rugi atau diperbaiki seperti semula oleh pihak mereka, namun sampai saat ini masih belum diganti,”katanya.
“Pada akhirnya bangunan milik usaha jembatan rumah dan plang usaha kami sendiri yang memperbaiki semula, kerena selama ini masih belum ada tindakan dari mereka,” tambahnya.
Dia juga mengungkapkan, pohon kayu belian yang ditanam oleh Pemda Sambas beberapa tahun lalu di lokasi tersebut dicabut oleh pihak kontruksi dan dijual kepada orang lain.
“Yang kami herankan adalah, jenis kayu Belian yang telah ditanam oleh Pemda beberapa tempat tahun lalu itu untuk menahan jalan agar kokoh dicabut dan dijual oleh pihak kontruksi kepada orang lain, yang seharusnya itukan milik Pemda Sambas ya harus dikembalikan kepada Pemda Sambas bukan dijual olehnya kepada orang lain,” rungutnya.