Pojokkatanews.com – Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi bersama OPD dilingkungan Kabupaten Sambas sambut kedatangan kunjungan kerja Kementerian Pertanian dan anggota DPR RI komisi IV di Aula Utama Bupati Sambas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi, Inspektur Jendral Kementrian Pertanian Jan Samuel Maringka, Anggota DPR RI Komisi IV DPR RI Maria Lestari, Kapolres Sambas, Dandim 1208 Sambas, kepala dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, OPD Kabupaten Sambas dan seluruh kelompok tani Kabupaten Sambas.
Kunjungan kerja Inspektur Jendral Kementerian Pertanian dan Anggota DPR RI Komisi IV Maria Lestari di isi dengan kegiatan Dialog Jaga pangan dengan tema Potensi Komoditas Pertanian Unggulan Kabupaten Sambas untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayah perbatasan.
“Sambas merupakan Kabupaten terbesar kedua setelah kota Pontianak dengan jumlah penduduk kurang lebih 629 ribu jiwa dengan wilayah yang begitu luas dan 19 Kecamatan serta 195 Desa,” Ucap Wabup Sambas, fahrur Rofi membuka sambutannya.
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi mengatakan, Kabupaten Sambas sudah dikenal dengan sebutan lumbung padi dan penyumbang beras terbesar untuk Kalimantan Barat.
“Sambas sudah dikenal dengan sebutan lumbung padi di Kalimantan Barat, Sambas juga penyumbang terbesar beras sebyak 25 persen untuk kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat, serta sentra produksi jeruk dan komoditi lainnya,” kata Fahrur Rofi.
Lanjut wakil Bupati Sambas juga menyampaikan, dalam menangani masalah ekonomi dan inflasi, pemerintah daerah Kabupaten Sambas telah mencanangkan tiga langkah strategis.
“Pertama, menjaga dan meningkatkan ketersediaan pangan, sebab strategi ini dapat dilakukan melalui upaya peningkatan produksi dan produktivitas antara lain deng peningkatan indeks penanaman , penerapan teknologi pertanian, perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi, sarana Alsintan dan menggunakan lahan yang terlantar menanam seperti cabek, sayuran dan lainnya untuk menahan laju inflasi,” ujarnya.
“Kedua, disefersikasi pangan, himbauan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan impor, langkah strategisnya adalah mengembangkan dan meningkatkan produksi di hulu, seperti komudiatas sagu, ubi dan lain-lain, sedangkan untuk hilir melaksanakan kampanye edukasi kepada para petani.
Ketiga, menjaga alam dan melestarikan serta menjaga keberlangsungan sumberdaya alam, dengan langkah penggunaan pupuk organik pengendalian alih fungsi lahan,,” jelasnya.
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi berharap, hadirnya kunjungan Inspektur Jendral Kementerian Pertanian bersama Anggota DPR RI dapat membantu permasalahan di Kabupaten Sambas.
“Kita berharap bersama dengan hadirnya Inspektur Jendral Kementrian Pertanian Jan Samuel Maringka, Anggota DPR RI Komisi IV DPR RI Maria Lestaridi Kabupaten Sambas dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di Kabupaten Sambas,” tutupnya. (Run).