pojokkatanews.com – Bunda PAUD Kabupaten Sambas, Hj. Yunisa Satono, S.Pd., menghadiri pembukaan Gebyar dan Porseni PAUD Kabupaten Sambas. Selasa (6/12/2022) di Gedung Keberbakatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas.
Bunda Paud Kabupaten Sambas, Hj. Yunisa Satono, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan hak anak harus dilakukan sejak dini, terlebih sejak anak masih di dalam kandungan, karena itu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak nantinya.
“Sebagaimana kita ketahui persiapan Sumber Daya Manusia yang berkualitas tentulah diawali sejak dini atau di awali sejak di dalam kandungan. Pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak diawali sejak di dalam kandungan, pemenuhan kebutuhan dan perkembangan anak secara politik integratif sangat berpengaruh dengan kualitas kesehatan kecerdasan dan kematangan sosial,” ujarnya.
Pada momentum tersebut Ia mengatakan pembentukan kreativitas dan keterampilan anak sangatlah tepat untuk menghadapi tantangan-tantangan yang akan datang.
“Di tahap-tahap berikutnya kegiatan Porseni ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kereatifitas anak dalam mengembangkan intelektual, keterampilan dan budaya sahingga momen ini dijadikan sangat penting untuk membentuk karakter anak yang kokoh, tegas dan mandiri dalam menghadapi tantangan di zman yang akan datang,” katanya.
Yunisa menghimbau kepada guru pendamping untuk selalu menanamkan kecerdasan intelektual, emosional dan kecerdasan spiritual.
“Saya menghimbau kususnya kepada guru pendamping yang muridnya nanti akan mengikuti lomba, hal yang utama ditanamkan kepada anak adalah IQ, EQ, dan SC baik itu peserta didik dan gurunya dalam mengikuti perlombaan tentulah ada tiga hal penting yang dilakukan yaitu intelektual, emosional, spiritual yang mana ketiganya itu harus berkesinambungan dan sejalan,” himbaunya.
Ia menuturkan anak-anak harus ditanamkan sifat sportivitas, agar jika terjadi hal-hal yang diinginkannya tidak tercapai, tidak membuat anak menangis meronta-ronta, tetapi guru juga harus membentuk karakter anak untuk siap berkompetisi.
“Bapak ibu guru pendamping juga harus menanamkan sifat siap berkompetisi dan sifat sportivitas terhadap anak sejak dini, agar kedepannya jika seorang anak yang tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya tidak terwujud maka anak tidak akan menangis meronta-ronta, bukan hanya menjadikan anak itu pintar saja tetapi bagaimana kita menyiapkan emosi anak dalam menghadapi hal-hal yang diluar kendali mereka,” tutur Ketua TP PKK Kabupaten Sambas.
Yunisa juga berpesan kepada para juri agar memberikan penilaian se-objektif mungkin terhadap anak-anak yang mengikuti lomba.
“Saya juga sampaikan kepada tim juri untuk memberikan penilaian yang objektif, sehingga tidak menimbulkan rasa ketidaknyamanan maupun praduga-praduga yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (nik)