You are currently viewing DPC Patri Kabupaten Sambas Peringati Hari Bhakti Transmigrasi ke-72 

DPC Patri Kabupaten Sambas Peringati Hari Bhakti Transmigrasi ke-72 

pojokkatanews.com – Dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi ke-72, Pengurus DPC PATRI Kabupaten Sambas menggelar Budaya Tradisional Patri Sambas di Desa Sungai Deden, Kecamatan Subah. Senin (19/12/2022).

 

Dalam sambutannya Penasehat DPP PATRI Kalimantan Barat, H. Widodo, menghaturkan rasa terima kasih kepada DPC PATRI Kabupaten Sambas yang telah memperingati Hari Bhakti Transmigrasi ke-72 sekaligus menyelenggarakan gelar budaya transmigrasi.

 

“Saya berterima kasih kepada pengurus Patri Sambas yang telah memperingati Hari Bhakti Transmigrasi ke-72 dan gelar budaya sekaligus,” ucapnya.

 

Ia menuturkan bahwa pada zaman dahulu masyarakat melakukan aktivitas hulu hilir menggunakan jalur air dan sekarang sudah bisa dilewati menggunakan jalur darat.

 

“Tahun 1982 kita masih berangkat jalur sungai dan sekarang walaupun jalannya belum semua nya bagus tapi bisa diakses lewat darat,” tuturnya.

 

Ia berharap kedepannya khususnya masyarakat transmigrasi dapat semakin maju dan selalu berkolaborasi untuk memajukan Kabupaten Sambas.

 

“Kami sebagai pengurus Patri Kalbar berharap kepada semua yang ada di sini, atau warga transmigrasi yang ada kita harus bisa bersinergi dengan masyarakat setempat untuk membangun Kabupaten Sambas khusunya,” tutupnya.

 

Ketua DPC PATRI Kabupaten Sambas, Ahmad Hapsak Setiawan, S.P., warga transmigrasi masuk di Kecamatan Subah pada tahun 1981 dan merupakan desa transmigrasi yang pertama kali hadir di Kecamatan Subah.

 

“Gelar Budaya Patri diselenggarakan di Desa Sungai Deden ini karena Desa Sungai Deden merupakan yang tertua di Kecamatan Subah dan ini adalah desa transmigrasi yang masuk pertama di Kecamatan Subah,” katanya.

 

Hapsak menyampaikan bahwa kegiatan tersebut arahan langsung dari arahan Ketua Umum Pusat Patri yang dilaksanakan serentak se-Indonesia.

 

“Tujuan pagelaran seni budaya ini sesuai arahan Ketua Umum Patri kalau bisa semua meraakan hut transmigrasi yang ke-72 serentak se-Indonesia,” ujarnya.

 

Hapsak menyampaikan sebagai warga transmigrasi mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bupati Sambas yang selama ini sangat memperhatikan mereka, dia juga berharap agar upaya pembangunan terus dimaksimalkan di Kecamatan Subah.

 

“Saya yakin Bupati sangat memperhatikan masyarakat transmigrasi. Karena beliau sudah membuktikan membangun 3 jembatan di Sungai Sapak, sudah puluhan tahun jembatan itu menjadi kebanggaan namun memang juga sudah puluhan tahun belum di bangun,” tuturnya.

 

Dulu saat para transmigrasi sampai di Kecamatan Subah masih berupa kawasan Kawasan yang masih terisolir sehingga jerih payah orang tua dahulu bagaimana mereka masuk mereka survive mereka bertahan hidup sehingga bisa menciptakan seperti kondisi saat ini.

 

“Dengan adanya peran patri inilah kita ingin bahwa anak-anak transmigrasi tak melupakan sejarah, oleh karenanya anak-anak transmigrasi bisa mengenang jasa para orang tua dulu bagaimana ia masuk di sini yang masih berupa hutan lebat,” pungkas Hapsak. (nik)

 

Tinggalkan Balasan