You are currently viewing Ketua PWNU Hadiri Konfercab Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Sambas. 

Ketua PWNU Hadiri Konfercab Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Sambas. 

 

pojokkatanews.com – Muslimat Nadhatul Ulama (NU) menggelar Konferensi Cabang Muslimat Nadhatul Ulama Kabupaten Sambas dengan tema Terus Berkiprah Dengan Kemandirian, Jadikan Hidup Penuh Bermakna Berkhidmat Dengan Mahabbah, yang dilaksanakan di Aula Utama Kantor Bupati Sambas. Kamis (22/12/2022)

 

Saat diwawancarai, Ketua PWNU Kalimantan Barat, Dr. H. Syarif, S. Ag., M.A., mengatakan, konferensi cabang merupakan salah salah mekanisme organisasi yang harus dijalankan setiap dipenghujung masa bakti kepengurusan dari suatu organisasi, termasuk dari Muslimat Nadhatul Ulama Kabupaten Sambas.

 

“Konfercab itu kan ritual sebagai mekanisme organisasi yang harus dijalankan oleh pimpinan cabang muslimat Nadhatul Ulama Kabupaten Sambas yang sudah habis masa baktinya,” katanya.

 

Pada momentum konfercab tersebut, Syarif menyampaikan visi misi PBNU dan nilai-nilai dari visi misi tersebut diantaranya profesionalitas, kerelawanan, kebersamaan, dan pembelajaran.

 

“Artinya Konfercab ritualistik, saya gunakan kesempatan itu tadi untuk menyampaikan visi misi PBNU hari ini untuk kebersamaan dan kekompakan, untuk tertib berorganisasi berbasis aturan yang berlaku dan untuk menguat NU seperti besarnya NU,” ujar Syarif.

 

Ketua PWNU Kalbar menuturkan, hingga saat ini sebanyak 59,2 persen jamaah NU sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Meski organisasi tersebut sudah besar, namun fungsinya belum dirasakan oleh seluruh jamaahnya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

 

“NU di Indonesia pada saat ini 59,2 persen dari umat Islam di Indonesia, artinya besar. Cuma fungsi belum dirasakan sebesar jamaahnya, karena itu tata kelola ke-NU-an di semua tingkatan. Artinya NU itu akan diurus tata laksananya, laksana pemerintahan. Struktur yang jelas, dengan sistem program yang jelas dan terukur. Tentu dengan kebermanfaatkan yang jelas dan terukur juga,” tuturnya

 

Saat ditanyai mengenai seperti apa harapan tentang pemimpin baru Muslimat NU Kabupaten Sambas, ia menjawab seorang pemimpin itu yang bisa menjadi motor penggerak organisasi dan berfikroh ke-NU-an.

 

“Siapapun orangnya, dia harus menjadi motor penggerak untuk menjamiahkan jamaah. Menjamiahkan jamaah itu jamaah NU itu harus merasa memiliki Nadhatul Ulama berfikroh, berfikroh itu berpikiran ke-NU-an itu artinya dalam pengetahuan keagamaannya secara NU. Kemudian berharokah, artinya berjuang, bergerak untuk program secara NU dan tentu beramaliyah yang berkaitan dengan berfikroh tadi. Ada cantolan dalam NU itu Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

 

“Lalu pengurus harus paham tentang khittoh tentang kenegaraan dan politik NU. Khittoh kenegaraan NU itu adalah bermitra dengan pemerintah, NU harus menjadi barisan depan untuk mensukseskan program pemerintah baik langsung maupun tidak langsung dan dalam politik NU, itu bukan politik beragama, karena politik NU itu adalah politik kebangsaan. Politik NU ini dihajatkan sebesar-besarnya untuk kebermanfaatan bangsa,” tambahnya.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemda Sambas atas dukungan yang telah diberikan dalam pelaksanaan konfercab tersebut, serta menghimbau agar NU di Kabupaten Sambas harus dilibatkan dalam pelaksanaan program-program Kabupaten Sambas.

 

“Saya menghimbau dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas untuk kedepannya supaya NU dijadikan partner utama dalam pelaksanaan bahkan dalam merencanakan program di Kabupaten Sambas,” pungkas Syarif yang saat ini juga menjadi Rektor IAIN Pontianak. (nik)

 

Tinggalkan Balasan