You are currently viewing Tahun 2022, Laka Lantas di Kabupaten Sambas Meningkat

Tahun 2022, Laka Lantas di Kabupaten Sambas Meningkat

Pojokkatanews.com – Kapolres Sambas AKBP Laba Meliala melalui Kasatlantas Polres Sambas Iptu Alfada Imansyah mengungkapkan angka kecelakaan lalu lintas tahun 2022 mengalami kenaikan dibanding 2021.

 

“Selama setahun seperti yang disebutkan Kapolres ada peningkatan jumlah lakalantas tahun 2022 dibandingkan tahun 2021 kemarin, Laka Lantas mengalami kenaikan sebanyak 51 kejadian atau 87.93% dari tahun 2021, sebanyak 58 kejadian menjadi 109 kejadian di tahun 2022” ucap Iptu Alfada Imansyah, Senin. (3/1/2023).

 

Dilanjutkan Iptu Alfada Imansyah, pelanggaran Tilang dan non teguran juga mengalami kenaikan di tahun 2022.

 

“Tilang mengalami kenaikan 102 atau 37.79% dari tahun 2021 sebanyak 311 tilang menjadi 413 tilang di tahun 2022 dan, Non tilang/ teguran mengalami kenaikan 12 atau 0.69% dari tahun 2021 sebanyak 1725 teguran menjadi 1737 teguran di tahun 2022,” paparnya.

 

Iptu Alfada Imansyah menjelaskan kenaikan angka ini dapat dikatakan faktor sebelum 2021 karena PPKM begitu ketat. Dibukanya atau dilonggarkannya PPKM pada 2022 sekaligus menjadi tantangan Polri bagaimana mobilitas masyarakat kembali meningkat.

 

“Sekaligus merupakan tantangan instusi Polri ketika mobilitas masyarakat kembali meningkat,” ujarnya.

 

Dia mengatakan, upaya yang sudah dilakukan berupa preventif lantas diantaranya telah memberikan himbauan lisan maupun tulisan. Mulai dari Selakau hingga Sajingan Besar, di batas negara.

 

“Kita telah memberikan himbauan hingga ke sekolah-sekolah sosialisasi keselamatan lalu lintas. Kedepannya tidak berhenti sampai di sini, kita akan mencari blank spot, trouble spot maupun tempat yang sering terjadi laka. Kita akan analisis dan melakukan preventif,” ungkapnya.

 

Begitu juga dalam sisi Gakkum, kedepannya pihak lantas bisa memaksimalkan tilang konvensional dan maupun tilang elektronik yang mana kecelakaan dimulai dari sebuah pelanggaran.

 

“Untuk anak pelajar yang pasti kami melakukan giat preventif goes to school dan preventif melakukan pengaturan di trouble spot dan blank spot dan maksimalisasi penegakan hukum. Penegakan Hukum baik untuk korban maupun tersangka lakalantas,” Tutupnya. (Run).

 

Tinggalkan Balasan