You are currently viewing Sering Dilanda Banjir Warga Desa Lumbang Dambakan Normalisasi Sungai

Sering Dilanda Banjir Warga Desa Lumbang Dambakan Normalisasi Sungai

pojokkatanews.com – Desa Lumbang sudah mengalami tujuh kali banjir terhitung dari bulan November 2022 hingga Januari 2023. Kepala Dusun Penyengat, Rahman Hakim, menyampaikan akibat curah hujan yang tinggi dan desa tersebut rentan terhadap banjir, maka warga setempat harus selalu siap Siaga menghadapi banjir. 

 

“Apalagi saat ini keadaan dihulu sungai kondisi hutan sudah sangat menipis, sehingga jika hujan terjadi di hulu, air begitu cepat turun ke hilir sungai atau permukiman,yang membuat kondisi banjir dipemukiman semakin tinggi,” katanya kepada wartawan Pojok Kata Sambas. 

 

Ia berharap Pemda Sambas dapat merespon keluhan dari masyarakat khususnya Desa Lumbang terhadap normalisasi sungai. 

 

“Kami sangat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, dapat merespon keluhan kami ini, dan bukan nya kami tidak mau jika normalisasi dilakukan secara manual,tapi dampak manfaat nya tidak begitu lama,” tutur kepala dusun Penyengat.

 

Salah satu Kepala RT di Dusun Penyengat, Mansah, yang rumahnya mungkin menjadi rumah pertama tergenang jika banjir melanda di Desa Lumbang berharap bahwa, Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas memperhatikan desa tersebut yang juga menjadi langganan banjir. 

 

“Ya, kami memang sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, tetapi kami juga ingin keadaan ini menjadi perhatian bagi semua pihak, terutama Pemda Sambas. Jarak Lumbang dengan pusat pemerintahan tidak begitu jauh,namun sampai saat ini belum ada dari pihak Pemerintah daerah yg hadir di tengah kami,” ungkapnya.

 

Ia juga menawarkan solusi dari permasalahan banjrdi Desa Lumbang tersebut dengan cara menormalisasi sungai Lumbang karena sungai tersebut kondisinya sudah ditumbuhi rumput liar dan semak-semak, yang mana untuk menormalisasi sungai tersebut ia menyarankan menggunakan alat berat. 

 

“Normalisasi sungai menggunakan alat berat, juga sangat diharapkan oleh kami, setidak nya ada langkah untuk berusaha mengurangi faktor penyebab banjir di Desa kami, karena kondisi sungai Lumbang saat ini tidak berfungsi sebagai mana mestinya,dengan keadaan yg sudah penuh ditumbuhi rumput dan semak. Warga juga sudah berusaha melakukan gotong royong, ya namanya juga menggunakan tenaga manusia pastinya tidak maksimal,” pungkasnya. (nik) 

 

Tinggalkan Balasan