You are currently viewing Angka Stunting Kabupaten Sambas Turun 2,1 persen

Angka Stunting Kabupaten Sambas Turun 2,1 persen

pojokkatanews.com – Dalam rangka Pelaksanaan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sambas Tahun 2023. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sambas menggelar Rapat Koordinasi. Selasa (7/2/2023) di Aula Utama Kantor Bupati Sambas.

 

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Sambas, H. Abu Bakar, S.Pd., Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas, Anwari, Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Drs. H. Sunaryo, M.Si., Perwakilan Kepala Badan Kependudukan dan keluarga Berencana (BKKBN), Muslimat, S.Sos.,M.Si., Kejari Sambas, Kadis P3AP2KB Kabupaten Sambas, Kadis Kesehatan Kabupaten Sambas, Kadis Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sambas, Kepala Bappeda Kabupaten Sambas, Forkopimda Kabupaten Sambas, Puskesmas se-Kabupaten Sambas dan tamu undangan lainnya.

 

Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh komponen yang telah terlibat dalam menurunkan angka stunting khususnya di Kabupaten Sambas.

 

“Terima kasih banyak atas semua komponen yang terlibat dan telah berkontribusi untuk berupaya menurunkan angka stunting. Angka stunting pada tahun 2022 yang tadinya Kabupaten Sambas berada di posisi 32,6 persen turun sebanyak 2,1 persen hingga sekarang menjadi 30,5 persen,” Ujarnya.

 

Ia mengatakan berkat kerja keras dari seluruh komponen, angka stunting turun dua angka.

 

“Turunnya dua angka ini tentu kerja sama dari semua komponen, tapi saya tidak puas karena masih tinggi,” kata Satono.

 

“Saya berharap sesuai dengan arahan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting pada tahun 2024 nanti harapan beliau itu juga dapat tercapai di Kabupaten Sambas sehingga angka stunting di Kabupaten Sambas menurun di angka 14 persen bahkan di bawahnya,” Ujarnya.

 

Untuk menurunkan angka stunting tentu menjadi PR yang besar dan berat, maka dari itu Satono mengajak seluruh komponen berkolaborasi untuk bersama-sama menurunkan angka stunting.

 

“Stunting ini substansinya bukan hanya tentang tinggi dan rendahnya badan seseorang, tapi yang menjadi sangat penting itu kecerdasan generasi yang lahir, kekebalan tubuh, dan kesehatan fisik itu yang menjadi perhatian kita semua,”

 

“Bagaimana ingin menyongsong bonus demografi tapi tidak sehat, ini bukan tugas satu kepala OPD tapi harus keroyokan, kita himpun kekuatan secara bersama-sama,” tambahnya.

 

Satono menekankan bahwa bagaimana bagaimana kedepannya dapat membawa generasi Kabupaten Sambas ini menjadi berkualitas.

 

“Banyak cara yang bisa kita lakukan termasuk disamping intervensi fisik, makanan dan gizi, jangan lupa berdoa kepada Allah, karena sakit sehat memang ada sebab akibat tapi itu semua tidak terlepas dari campur tangan Allah,” Pungkas Satono.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sambas, Fatma Aghitsni, menyampaikan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting secara utuh menyeluruh dan terpadu diperlukan koordinasi lintas sektor disemua lini baik itu di kementerian terkait, pemerintah daerah provinsi, kabupaten, kecamatan maupun pemerintah desa agar dapat melakukan pengaduan sinkronisasi dan sinergitas program serta kegiatan.

 

Ia mengungkapkan secara provinsi Kabupaten Sambas semula menduduki peringkat ke 4 tertinggi di tahun 2021 dan menjadi urutan ke 6 tertinggi pada tahun 2022 di Kalimantan Barat.

 

“Berdasarkan hasil survei studi status gizi balita Indonesia (SSGBI) tahun 2022 prelevansi stunting untuk Kalimantan Barat berada pada angka 29,8 persen di tahun 2021 menjadi 27,8 di tahun 2022, untuk angka prevelensi stunting di Kabupaten Sambas tahun 2021 sebesar 32,6 persen menjadi 30,5 persen pada tahun 2022 sehingga terjadi penurunan 2,1 persen,” jelas Fatma.

 

Kadis P3AP2KB Kabupaten Sambas itu mengatakan bahwa diperlukan kerja sama yang solid untuk mencapai target nasional penurunan angka stunting.

 

“Untuk mencapai target nasional 14 persen di tahun 2024 dibutuhkan upaya dan kerja keras kita bersama bersatu padu dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sambas,” katanya.

 

Fatma menuturkan setelah Rakor tersebut dilakukan nanti akan mendapatkan rekomendasi siapa dan berbuat apa dan edukasi-edukasi dapat disampaikan kepada tim hingga level bawah.

 

“Kemudian akan kita kuatkan tim TPPS Kecamatan dan Desa serta TPK. Jadi nanti akan dilakukan penguatan terhadap semua rantai kerja sama kita sampai ke level bawah,” tuturnya.

 

“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Bupati kedepannya kita akan mengadakan Rakor tingkat desa, yang mana nantinya seluruh desa di Kabupaten Sambas akan diikutsertakan,” Tutupnya. (nik)

Tinggalkan Balasan