Pojokkatanews.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupten Sambas mengungungkapkan sebanyak 37 kasus penderita kanker yang dialami oleh anak selama tahun 2022.
“Dari data yang diperoleh, ditemukan 37 kasus penderita kanker yang terjadi pada anak untuk Kabupaten Sambas,” kata,” dr Ganjar Eko Prabowo MM. Jumat (17/2/2023).
Lanjut dr Ganjar Eko Prabowo MM menyampaikan, ada enam jenis penderita kanker yang didapat untuk dengan tingkat mencapai 50-60 persen.
“Terdapat enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak diantaranya leukemia, retinoblastoma, osteosarkoma, neuroblastoma, limfoma maligna, dan karsinoma nasofaring, Angja kematian akibat kanker anak mencapai 50-60 persen karena, umumnya penderita datang terlambat saat berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
“Data kementerian kesehata RI Tahun 2018 menunjukan prevalensi penderita kanker pada anak usia 0-14 Tahun adalay sekitar dua persen dari semua kejadian kanker, Berdasarkan data WHO , terdapat 8.677 anak di Indonesia yang berusia 0-14 Tahun menderita kanker pada Tahun 2020. Data Globocan (Global Cancer Observatory) Tahun 2018 menunjukan leukemia atau kanker darah menjadi jenis kanker terbanyak yang dialami oleh anak-anak,” sambungnya.
Kata Dia, penyebab kanker pada anak tersebut diakibatkan empat faktor yang seringkali terjadi,dari genetik, zat kimia, virus maupun paparan radiasi atau rokok saat anak masih dalam kandungan.
“Penyebab kanker pada anak diduga karena adanya interaksi empat faktor terdiri dari genetik, zat kimia, virus maupun paparan radiasi atau rokok saat anak masih dalam kandungan,” tuturnya.
“Sementara itu, cara mencegah anak terhindar dari kanker anak yaitu menerapkan dan mengajarkan perilaku (CERDIK) yakni Cek Kesehatan secara berkala, Enyagkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok, Rajin melakukan aktivitas fisik, Diet Sehat dan Seimbang dan Kelola Stres pada keluarga termasuk anak, Istirahat cukup
Dijelaskan dr Ganjar Eko Prabowo MM, pemerintah Daerah Kabupaten Sambas melalui Dinas Kesehatan Kabupten Sambas terus berupaya mengurangi penyakit kanker yang terjadi pada anak-anak.
“Pemerintah sudah menggalakkan program promosi kesehatan tentang perilaku hidup sehat yaitu perilaku CERDIK sebagai wujud mencegah penyakit tidak menular salah satunya kanker pada anak agar jumlah kasusnya tidak semakin banyak,” jelasnya.
“Pemerintah sudah berupaya meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan dengan cara pendekatan keluarga yaitu kunjungan rumah secara periodik oleh petugas kesehatan Puskesmas untuk deteksi dini masalah kesehatan, pengobatan segera penyakit, upaya promotif preventif, dan penanggulangan faktor risiko kesehatan dalam keluarga. Selain itu, petugas Puekesmas terus mengembangkan pemeriksaan deteksi dini kanker salah satunya berupa pemeriksaan lihat merah pada mata untuk deteksi dini kanker bola mata (retinoblastoma) pada anak,” tutupnya. (Run).