pojokkatanews.com – Bupati Sambas menghadiri launching Kampung Moderasi Beragama dengan tema Kerukunan Umat Untuk Indonesia Hebat yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas. (27/4/2023).
Dalam launching Kampung Moderasi Beragama se-Kabupaten Sambas terdapat satu desa dari masing-masing kecamatan yang berjumlah 19 desa di Kabupaten Sambas yang termasuk moderasi beragama, diantaranya Desa Santaban (Sajingan Besar), Desa Rambayan (Tekarang), Desa Argapura (Subah), Desa Arung Parak (Tangaran), Desa Tebas Kuala (Tebas), Desa Buduk Sempadang (Selakau Timur), Desa Pasar Melayu (Sambas), Desa Sepadu (Semparuk), Desa Temajuk (Paloh), Desa Tri Kembang (Galing), Desa Matang Terap (Jawai Selatan) Desa Sarang Burung Kolam (Jawai), Desa Sebatuan (Pemangkat), Desa Sungai Serabek (Teluk Keramat), Desa Mekar Jaya (Sajad), Desa Sepuk Tanjung (Sebawi), Desa Salatiga (Salatiga), Desa Sekuduk (Sejangkung), danDesa Gayung (Selakau).
Dalam sambutannya Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., menyampaikan harapannya pada tahun 2025 Kabupaten Sambas menjadi kabupaten yang terunggul di Kalimantan Barat sesuai dengan RPJMD 2005-2025 yang telah disusun oleh para pendahulu.
“Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin, para pendahulu kita disusun pada tahun 2005-2025 Sambas diharapkan pada tahun 2025 menjadi kabupaten terunggul di Kalbar tentu untuk menyongsong menjadi Sambas terunggul di Kalbar, tidak semudah kita membolak-balik tangan, butuh proses dan bekerja yang maksimal, di antara kita semua anak-anak daerah nusantara tidak memilih suku bangsa agama,” Ucapnya.
Menjadi kabupaten yang terbesar kedua di Kalimantan Barat tentu bisa menjadi peluang bagi Kabupaten Sambas untuk menjadi daerah terunggul di Provinsi Kalimantan Barat.
“Sambas merupakan Kabupaten yang memiliki populasi terbesar kedua di Kalbar setelah Kota Pontianak maka potensi peluang untuk menjadi terunggul dari Kalbar sangat cukup alasan, pada era tahun 80-an di kantor gubernur banyak diisi oleh putra-putri daerah Sambas yang hebat-hebat tangguh-tangguh, betul kondisi era 80-an 90-an harus sama-sama kita kembalikan agar kejayaan Kalbar ke depannya,” Ujar Satono.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sambas untuk terus bersatu padu dan kompak serta menjaga citra agamanya masing-masing.
“Apapun suku bangsa kita tetap kita harus bersyukur, mari kita bersatu padu pilihan boleh berbeda akan tetapi jangan sampai terpecah belah, kita bangun kampung halaman kita yang harmonis dan kompak, kita mempunyai potensi alam yang indah yang luar biasa, pada tahun 2022 kabupaten Sambas mendapat kan 15 penghargaan dari provinsi dan pusat dan IPM kita naik dari segala bidang, masyarakat kabupaten Sambas sangat hebat dan kompak dan mari kita tingkatkan serta gali potensi-potensi yang positif di kabupaten Sambas,” Pungkas Bupati Sambas. (nik)