pojokkatanews.com – Satuan Tugas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha, torehkan sederet prestasi selama melaksanakan tugas operasi di wilayah perbatasan di Kalimantan Barat.
Komandan Brigif 19/Khatulistiwa, Letkol Inf Hasan Abdullah, M.Si. (Han), M.P.M., menyampaikan apresiasi terhadap Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY yang telah melaksanakan tugas dan kembali dengan sederet prestasi.
“Prestasi-prestasi yang telah di capai Yonif 645/Gty antara lain, menggagalkan Illegal Entry 479 kasus, ilegal loging 1 kasus, Peredaran Narkoba 8 kasus dengan barang bukti 60,62 kilogram, serta penyerahan senjata api dan Muhandak 97 kasus,” Ungkapnya.
Keberhasilan yang telah dicapai Yonif 645/Gty selama di daerah penugasan, kiranya dapat lebih memantapkan tekad dan semangat juang dalam menyongsong tugas-tugas di masa mendatang.
“Keberhasilan tersebut jangan membuat para prajurit sekalian menjadi tinggi hati dan kesombongan akan menghambat pretasi selanjutnya serta menghancurkan martabat prajurit dan satuan Yonif 645/Gty sendiri,” Ujarnya.
“Sebagai Prajurit Sapta Marga dan Prajurit Profesional, kalian juga harus menyadari bahwa prestasi yang telah kalian raih dapat dipertanggungjawabkan dan dipertahankan, bahkan prestasi tersebut hendaknya dijadikan pelajaran serta sumber inspirasi guna menghadapi tugas selanjutnya yang kondisinya tentu tidak sama dengan situasi yang akan datang,” Sambung Hasan Abdullah.
Saat diwawancarai pada Rabu (31/5/2023), Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha, Letnan Kolonel Inf Hudallah, S.H., mengucap syukur karena telah menyelesaikan tugas negara yang diamanahkan dalam kurun waktu 12 bulan 2 hari.
“Alhamdulillah pada hari ini kami dari Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY kami telah selesai melaksanakan tugas negara yang diberikan kepada kami selama 12 bulan 2 hari,” Ujarnya.
Meski melaksanakan tugas operasi hanya di wilayah Kalimantan Barat, namun banyak hal yang dikorbankan seperti meninggalkan keluarga.
“Banyak pengalaman yang kami dapatkan selama pelaksanaan tugas operasi meskipun berada di wilayah Kalimantan Barat, namanya kita tugas operasi meninggalkan keluarga yang kita cintai, banyak hal-hal positif, menyedihkan ataupun dinamika yang kita temui selama pelaksanaan tugas tersebut,” Jelasnya.
Mungkin dari pengalaman-pengalaman tersebut akan menjadi bekal untuk menjadi prajurit yang lebih baik, karena dengan pengalaman akan menambah wawasan keprajuritan dan menambah kedewasaan dalam bertindak dan berkarir di TNI Angkatan Darat.
“Setelah melaksanakan tugas operasi ini kami pun sangat senang dapat kembali dengan keadaan selamat dan keluarga serta masyarakat menyambut kedatangan kami dengan penuh sukacita dan riang gembira meskipun kami banyak keterbatasan tetapi dengan support masyarakat Sambas saya merasa kami tidak sendiri,” Ungkapnya.
Terakhir, Ia bersyukur dalam pelaksanaan operasi beetugas sebanyak 450 orang dan kembali dengan tidak ada kekurangan apapun.
“Untuk jumlah personil yang melaksanakan tugas operasi sebanyak 450 orang dan semuanya alhamdulillah kembali dengan sehat dan selamat tanpa kekurangan apapun,” Pungkas Inf Hudallah. (nik)