Pojokkatanews.com – Masyarakat Kabupaten Sambas mengharapkan percepatan pembangunan wisata Waterfront Keraton Alwatzikhoebillah yang sampai saat ini belum memiliki kejelasan.
Hal tersebut disampaikan oleh Mawan asal Kecamatan Tebas, dirinya menyampaikan sudah beberapa bulan Waterfront Keraton Alwatzikhoebillah tak kunjung selesai.
“Mulai dari pengerjaan pertama kali sampai saat ini masih belum terlaksana dengan baik, bahkan proyek pembangunan Waterfront Keraton Alwatzikhoebillah bisa dikatakan terbengkalai,” katanya. Selasa (12/09/2023).
Kata Mawan, dirinya bersama keluarga sering liburan di Keraton Alwatzikhoebillah, namun dengan pembangunan yang belum terselesaikan menjadi pemandangan yang tidak baik.
“Hampir tiap minggunya saya bersama keluarga berwisata ke Keraton Alwatzikhoebillah, namun seiring waktu saya berkunjung pembangunan tersebut juga tidak terselesaikan dengan baik, bahkan pemegang proyek tersebut sudah berkali-kali ganti bahkan ada yang tersandung korupsi,” ucapnya.
“Tentu saya selalu masyarakat Kabupaten Sambas yang juga sering berkunjung di Keraton Alwatzikhoebillah berharap penuh kepada pemerintah Daerah Kabupaten Sambas maupun Provinsi Kalimantan Barat untuk segera menyelesaikan pembangunan Waterfront Keraton Alwatzikhoebillah yang sampai saat ini terbengkalai,” harapannya.
Keraton Alwatzikhoebillah Sambas merupakan daya tarik wisata sejarah yang berbasis masyarakat lokal berlokasi di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Keraton Alwatzikhoebillah Sambas terletak di tepi Muara Ulakan simpang tiga pertemuan sungai Sambas Kecil, Subah, Teberau.
Waterfront Keraton Alwatzikhoebillah Sambas menyisakan kenangan dan mimpi indah masyarakat kabupaten Sambas, kegiatan pembangunan waterfront Sambas yang menjadi keinginan masyarakat untuk menikmati suasana sungai Sambas dengan icon Kraton Sambas dan lokasi Geretak Sabok yang menjadi Kota Sambas terkenal sepanjang masa dengan lagu daerah nya Geretak Sabok
Kemudian dengan terbengkalainya pembangunan tersebut menjadi dampak buruk bagi masyarakat sekitar yang menyebabkan rendahnya daya tarik wisatawan untuk hadir dan menikmati kenyamanan saat berkunjung.(Run).