You are currently viewing Dinkes Sambas Gelar Pelatihan dan Terapi Pencegahan TBC

Dinkes Sambas Gelar Pelatihan dan Terapi Pencegahan TBC

pojokkatanews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas menggelar Pelatihan Infeksi Laten TBC dan Terapi Pencegahan TBC Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kabupaten Sambas. Senin (25/9/2023) di Aula Hotel Pantura Jaya Sambas.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., menyampaikan bahwa penyakit Tuberculosis atau TBC bisa terjadi dikarenakan penderita terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di paru-paru.

 

“TBC merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di tingkat global maupun regional. Pada tahun 2021 Indonesia menempati peringkat ke-3 setelah India dan China, namun pada tahun 2022 Indonesia naik menjadi peringkat ke-2 setelah India dengan jumlah kasus TBC sebanyak 960.000 kasus (345/100.000 penduduk) naik dari estimasi sebelumnya sebesar 824.000 kasus (301/100.000 penduduk), Global Report TBC 2022 kematian 93 ribu pertahun atau setara dengan 11 kematian per jam,” Ungkap dr. Ganjar.

 

Dalam forum UN High Level Meeting on Fight against Tuberculosis (HLMTB), pemerintah pusat telah berkomitmen kuat untuk mengeliminasi tuberculosis pada tahun 2030.

 

“Di Kabupaten Sambas TBC masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Berdasarkan dari cakupan tahun 2021 jumlah estimasi sasaran sebanyak 1466 kasus, yang ditemukan dan diobati sebanyak 1025 kasus atau setara dengan 69,9 persen dan yang belum ditemukan sebanyak 441 kasus atau setara dengan 30,1 persen,” Ujarnya.

 

Tahun 2022 kasus yang ditemukan dan diobati sebanyak 1.299 kasus (66,7 persen) dari estimasi sasaran sebanyak 1948 kasus dan yang belum ditemukan sebanyak 648 kasus (33,3 persen). Tahun 2023 berdasarkan data sistem informasi tuberkulosis (SITB) sampai tanggal 22 September 2023 jumlah kasus yang ditemukan dan diobati sebanyak 798 kasus (41,7 persen) dari sasaran sebanyak 1.913 kasus. Target nasional penemuan kasus sebanyak 90 persen dari sasaran.

 

Dengan tidak tercapainya target, maka penularan TBC di masyarakat akan terus berlanjut sehingga menyebabkan menurunnya derajat kesehatan dan meningkatnya angka kematian akibat TBC.

 

“Masih banyaknya kasus yang belum ditemukan, ini merupakan tantangan bagi tenaga kesehatan agar lebih pro aktif melalui kegiatan penjaringan suspek di masyarakat. Selain itu, dengan meningkatkan upaya promotif agar masyarakat mengerti bahaya TBC dan masyarakat mau memeriksakan diri secara mandiri ke puskesmas dan rumah sakit,” Tutur Ganjar.

 

Melalui kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas berpesan, agar seluruh peserta mengikuti secara sesama sehingga target yang sudah ditetapkan dapat tercapai.

 

“Melalui pelatihan ini saya berharap pengelola program TBC puskesmas dan rumah sakit mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dari para sumber yang berkompeten guna memutus rantai penularan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di kabupaten,” Pungkas Ganjar. (nik)

Tinggalkan Balasan