Pojokkatanews.com – Bupati Sambas H Satono menyampaikan Pendapat Akhir Terkait Perubahan APBD Kabupaten Sambas pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Sambas di Aula Utama DPRD. Jumat (29/9/2023).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Wakil Ketua DPRD I, Wakil Ketua DPRD II, seluruh anggota DPRD Kabupaten Sambas, serta Kepala Dinas organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Sambas dan tamu undangan lainnya.
Bupati Sambas dalam sambutannya menyampaikan, bahwa saat ini pemerintah Daerah Kabupaten sambas telah melaksanakan tugas sebagaimana pandangan akhir terhadap perubahan APBD Kabupaten Sambas.
“Patut kita syukuri bahwa kita telah menyelesaikan salah satu tugas pokok kita bersama membahas dan menyepakati raperda perubahan APBD Kabupaten Sambas tahun anggaran 2023, yang selanjutnya akan kita sampaikan kepada Gubernur Kalimantan Barat untuk di evaluasi. Hasil evaluasi nantinya akan jadi bahan untuk menyempurnakan kembali raporda yang akan ditetapkan menjadi peraturan daerah.” ucapnya.
Bupati Sambas mengucapkan, terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada unsur pimpinan dan DPRD Kabupaten Sambas.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada unsur pimpinan dan Dprd Kabupaten Sambas, serta aparatur pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan mulai dari pembahasan perubahan raporda sampai pada pembahasan tentang perubahan anggaran APBD Kabupaten Sambas 2023,” katanya.
“Pembahasan Raperda tentang perubahan APBD Kabupaten Sambas Tahun 2023 yang dilakukan bersama-sama antara eksekutif dan legislatif adalah bentuk pelayanan yang terbaik dalam masyarakat guna melaksakan pembangunan di bumi Kabupaten Sambas,” tambahnya.
Lanjut kata dia, dalam keadaan anggaran yang minim terhadap Kabupaten Sambas, tidak mengesampingkan pembangunan-pembangunan yang harus dilakukan.
“Kita dapat beryukur walau minimnya anggaran tahun 2023 pembangunan-pembangunan dapat di jalankan. Saya selaku Bupati sambas berterima kasih sebesar-besar nya kepada para donatur yang telah berkontribusi untuk membangun Kabupaten Sambas ini, contohnya pembangunan Jembatan Berkemajuan yang dibangun diluar dana APBD Kabupaten sambas.
Lebih jauh kata dia, permasalahan yang sering terjadi di Kabupaten Sambas terutama kendala kemarau panjang, dirinya akan melaksanakan sumur bor sebagai penanganan dampak dari kekeringan.
“Melihat dari Kondisi kemarau panjang yang sangat berdampak pada petani, pemerintah ingin mengajak masyarakat untuk mencari titik air untuk membangun sumur bor dan diusahakan tidak menggunakan dana APBD,” jelasnya.
“Sehingga Masyarakat dengan berpartisipasi dalam upaya pembangunan sumur bor untuk mencari titik-titik sumber air dalam upaya memenuhi kebutuhan para petani,” tutupnya. (And/Run).